Vivo Pocket Siap Tantang DJI, Kamera Gimbal 200MP Ini Bikin Vlogger Penasaran
- vivo
Dengan kombinasi sensor jumbo dan resolusi tinggi, Vivo Pocket diperkirakan mampu menghasilkan video dan foto dengan detail tajam. Selain itu, performanya kemungkinan akan mendukung kebutuhan kreator konten modern yang menginginkan kualitas visual profesional dalam perangkat ringkas.
Bocoran lain datang dari informan terkenal Digital Chat Station. Ia menyebut bahwa prototipe Vivo Pocket memang sudah menggunakan sensor besar dan pendekatan hardware yang mirip dengan sistem kamera smartphone flagship.
Artinya, Vivo tampaknya tidak hanya sekadar membuat kamera biasa. Mereka kemungkinan mencoba menghadirkan pengalaman fotografi mobile premium dalam bentuk kamera gimbal genggam.
Selain sektor kamera, Vivo juga dikabarkan menyiapkan prosesor yang cukup bertenaga untuk perangkat ini. Meski detail chipset yang digunakan belum diungkap, performa Vivo Pocket diyakini akan cukup kuat untuk mendukung proses perekaman video berkualitas tinggi hingga pemrosesan gambar berbasis AI.
Jika rumor tersebut benar, Vivo Pocket berpotensi menjadi pesaing serius bagi lini kamera compact milik DJI. Selama ini, DJI dikenal sebagai salah satu pemain dominan di pasar kamera gimbal portable melalui berbagai produk populernya.
Namun, Vivo memiliki keunggulan tersendiri. Pengalaman panjang dalam mengembangkan kamera smartphone bisa menjadi modal penting untuk menghadirkan kualitas imaging yang kompetitif. Terlebih lagi, tren konten digital saat ini membuat permintaan perangkat kamera praktis semakin meningkat.
Menariknya, Vivo bukan satu-satunya merek smartphone yang tertarik masuk ke segmen ini. Laporan yang sama menyebut Oppo juga sedang mengembangkan kamera genggam internal dengan nama kode “Fuyao”.
Produk tersebut diperkirakan akan meluncur pada akhir tahun ini. Hal itu menunjukkan bahwa produsen smartphone mulai serius melihat peluang bisnis di pasar perangkat kreator konten.
Selain Oppo, Huawei dan Honor juga dikabarkan tengah menyiapkan produk serupa. Meski demikian, kedua perusahaan tersebut diperkirakan baru akan merilis perangkat mereka pada 2027 mendatang.
Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan strategi di industri teknologi. Saat margin keuntungan smartphone mulai menyempit, perusahaan kini mencoba mencari sumber pendapatan baru melalui aksesori premium dan perangkat kreatif.