Vivo Pocket Siap Tantang DJI, Kamera Gimbal 200MP Ini Bikin Vlogger Penasaran
- vivo
Pasar kamera vlogging portable tampaknya akan semakin ramai dalam waktu dekat. Setelah selama ini didominasi oleh produk DJI dan beberapa merek kamera lainnya, kini Vivo dikabarkan siap ikut meramaikan persaingan lewat perangkat baru bernama Vivo Pocket. Produk ini disebut-sebut akan hadir sebagai kamera gimbal genggam premium yang dirancang khusus untuk para kreator konten dan vlogger.
Informasi mengenai Vivo Pocket pertama kali muncul melalui laporan media Tiongkok, Leifeng. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Vivo sedang menyiapkan perangkat kamera compact dengan kemampuan perekaman yang mumpuni, namun tetap mengutamakan desain ringkas dan mudah dibawa ke mana saja.
Kehadiran Vivo Pocket tentu menarik perhatian. Pasalnya, Vivo selama ini lebih dikenal sebagai produsen smartphone dengan kemampuan kamera yang cukup kuat. Kini, perusahaan asal Tiongkok tersebut tampaknya ingin memperluas lini bisnisnya ke perangkat kamera khusus kreator konten.
Menurut bocoran terbaru, Vivo Pocket kemungkinan akan meluncur pada kuartal keempat tahun ini. Produksi massalnya disebut bakal dimulai pada Oktober mendatang. Sementara itu, jadwal peluncuran komersial diperkirakan berlangsung antara November hingga Desember 2026.
Informasi ini sedikit berbeda dengan rumor sebelumnya yang menyebutkan bahwa Vivo Pocket akan diperkenalkan bersamaan dengan seri smartphone Vivo X500 pada September nanti. Namun, perkembangan terbaru mengindikasikan bahwa Vivo memilih menunda perilisan produk tersebut.
Penundaan itu diduga terjadi karena persaingan yang mulai memanas. Beberapa merek lain disebut juga tengah mengembangkan kamera gimbal genggam serupa. Oleh sebab itu, Vivo tampaknya ingin memastikan produknya benar-benar siap sebelum masuk ke pasar.
Salah satu hal yang paling menarik dari Vivo Pocket adalah sektor kameranya. Perangkat ini dikabarkan akan menggunakan sensor besar berukuran 1/1.1 inci. Ukuran sensor tersebut tergolong besar untuk perangkat kamera portable dan bisa memberikan kualitas gambar yang lebih baik, terutama dalam kondisi minim cahaya.
Tidak hanya itu, Vivo Pocket juga disebut akan dibekali sensor Sony LYT-901 beresolusi 200 megapiksel. Sensor ini menjadi salah satu daya tarik utama karena biasanya teknologi kamera seperti itu hanya ditemukan pada smartphone flagship premium.
Dengan kombinasi sensor jumbo dan resolusi tinggi, Vivo Pocket diperkirakan mampu menghasilkan video dan foto dengan detail tajam. Selain itu, performanya kemungkinan akan mendukung kebutuhan kreator konten modern yang menginginkan kualitas visual profesional dalam perangkat ringkas.
Bocoran lain datang dari informan terkenal Digital Chat Station. Ia menyebut bahwa prototipe Vivo Pocket memang sudah menggunakan sensor besar dan pendekatan hardware yang mirip dengan sistem kamera smartphone flagship.
Artinya, Vivo tampaknya tidak hanya sekadar membuat kamera biasa. Mereka kemungkinan mencoba menghadirkan pengalaman fotografi mobile premium dalam bentuk kamera gimbal genggam.
Selain sektor kamera, Vivo juga dikabarkan menyiapkan prosesor yang cukup bertenaga untuk perangkat ini. Meski detail chipset yang digunakan belum diungkap, performa Vivo Pocket diyakini akan cukup kuat untuk mendukung proses perekaman video berkualitas tinggi hingga pemrosesan gambar berbasis AI.
Jika rumor tersebut benar, Vivo Pocket berpotensi menjadi pesaing serius bagi lini kamera compact milik DJI. Selama ini, DJI dikenal sebagai salah satu pemain dominan di pasar kamera gimbal portable melalui berbagai produk populernya.
Namun, Vivo memiliki keunggulan tersendiri. Pengalaman panjang dalam mengembangkan kamera smartphone bisa menjadi modal penting untuk menghadirkan kualitas imaging yang kompetitif. Terlebih lagi, tren konten digital saat ini membuat permintaan perangkat kamera praktis semakin meningkat.
Menariknya, Vivo bukan satu-satunya merek smartphone yang tertarik masuk ke segmen ini. Laporan yang sama menyebut Oppo juga sedang mengembangkan kamera genggam internal dengan nama kode “Fuyao”.
Produk tersebut diperkirakan akan meluncur pada akhir tahun ini. Hal itu menunjukkan bahwa produsen smartphone mulai serius melihat peluang bisnis di pasar perangkat kreator konten.
Selain Oppo, Huawei dan Honor juga dikabarkan tengah menyiapkan produk serupa. Meski demikian, kedua perusahaan tersebut diperkirakan baru akan merilis perangkat mereka pada 2027 mendatang.
Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan strategi di industri teknologi. Saat margin keuntungan smartphone mulai menyempit, perusahaan kini mencoba mencari sumber pendapatan baru melalui aksesori premium dan perangkat kreatif.
Perkembangan dunia media sosial turut menjadi faktor pendorong. Saat ini, semakin banyak orang aktif membuat konten video untuk platform seperti TikTok, YouTube Shorts, hingga Instagram Reels. Karena itu, kebutuhan akan perangkat perekaman yang praktis namun berkualitas tinggi ikut meningkat.
Kamera gimbal genggam dianggap menjadi solusi menarik karena menawarkan stabilisasi video yang lebih baik dibanding smartphone biasa. Selain itu, bentuknya yang ringkas membuat perangkat seperti ini lebih nyaman digunakan saat traveling atau membuat vlog harian.
Jika Vivo benar-benar berhasil menghadirkan Vivo Pocket dengan spesifikasi premium dan harga kompetitif, perangkat ini bisa menjadi alternatif menarik bagi kreator konten yang selama ini mengandalkan produk DJI.
Meski demikian, hingga saat ini Vivo masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait keberadaan Vivo Pocket. Karena itu, semua informasi yang beredar masih sebatas rumor dan bocoran industri.
Walau begitu, antusiasme publik terhadap perangkat ini sudah mulai terlihat. Banyak penggemar gadget penasaran apakah Vivo benar-benar mampu menghadirkan kamera gimbal portable yang bisa bersaing di kelas premium.
Kini, perhatian tinggal tertuju pada langkah Vivo berikutnya. Jika semua rumor tersebut terbukti benar, akhir tahun 2026 bisa menjadi momen menarik bagi pasar kamera vlogging portable.