Pangsa Pasar E-commerce Indonesia 2025: Shopee & TikTok Berkuasa
- Istimewa
- Shopee mendominasi 54% pangsa pasar e-commerce Indonesia pada 2025 dengan GMV mencapai Rp539,7 triliun.
- Gabungan TikTok Shop dan Tokopedia mengamankan posisi kedua dengan total pangsa pasar sebesar 38%.
- Platform besar seperti Lazada dan Blibli mengalami penurunan pangsa pasar, sementara Bukalapak terlempar dari persaingan utama.
Peta persaingan industri digital tanah air mengalami pergeseran besar sepanjang tahun 2025. Shopee dan TikTok Shop kini bersaing ketat dalam menguasai Pangsa Pasar E-commerce Indonesia 2025. Sementara itu, pemain lama seperti Lazada dan Blibli justru menunjukkan tren penurunan performa yang signifikan.
Laporan terbaru Momentum Works bertajuk Ecommerce in Southeast Asia 2026 mengungkap data mengejutkan. Indonesia tetap menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara dengan total nilai transaksi bruto (GMV) mencapai US$57,7 miliar atau sekitar Rp999,4 triliun.
Shopee Pimpin Pasar dengan Rekor GMV Fantastis
Shopee berhasil memperlebar jarak dari para pesaingnya secara agresif. Pada 2025, platform ini menguasai 54% pangsa pasar nasional. Angka tersebut naik drastis dari tahun 2024 yang hanya menyentuh 46%.
Estimasi nilai transaksi kotor atau GMV Shopee kini menembus US$31,2 miliar. Nilai ini setara dengan Rp539,7 triliun jika menggunakan asumsi kurs Rp17.320 per dolar AS. Pertumbuhan ini membuktikan strategi loyalitas pelanggan mereka sangat efektif.
Konsolidasi Kekuatan TikTok Shop dan Tokopedia
TikTok Shop bersama Tokopedia menempati posisi kedua dalam peta persaingan ini. Keduanya mengantongi pangsa pasar gabungan sebesar 38%. Sinergi dua platform ini menghasilkan estimasi GMV mencapai US$21,9 miliar atau sekitar Rp380 triliun.
Pencapaian ini menunjukkan peningkatan performa yang solid. Sebelumnya pada 2024, Tokopedia hanya memiliki pangsa 23% dan TikTok Shop 11%. Integrasi ekosistem konten dan belanja terbukti menjadi ancaman serius bagi pemain lainnya.
Nasib Platform Lokal dan Pemain Lama yang Tergerus
Kondisi kontras justru menimpa platform e-commerce lainnya. Lazada kini hanya menguasai 6% pasar pada 2025, turun dari angka 7% di tahun sebelumnya. Estimasi GMV Lazada saat ini berada di angka Rp60 triliun.
Blibli juga mengalami nasib serupa dengan penurunan pangsa pasar menjadi 3%. Namun, penurunan paling drastis terlihat pada Bukalapak. Platform yang pada 2024 masih menyumbang 10% GMV nasional tersebut, kini tidak lagi tercantum dalam daftar penguasa pasar utama.
Potensi Ekonomi Digital Indonesia di Masa Depan
Secara regional, total GMV e-commerce di Asia Tenggara melonjak hingga Rp2.729,6 triliun. Tiga raksasa utama, yaitu Shopee, TikTok Shop (termasuk Tokopedia), dan Lazada, secara kolektif menguasai lebih dari 98,8% pasar.
Dominasi Shopee dan TikTok Shop ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen. Mereka kini lebih menyukai platform yang menawarkan integrasi media sosial dan promo masif. Kondisi Pangsa Pasar E-commerce Indonesia 2025 ini memicu tantangan besar bagi pemain lokal untuk tetap bertahan di tengah kompetisi global.