iPhone Ultra Bocor: Setipis iPad Pro, Tapi Tanpa Face ID & Zoom!
- Apple
Gadget – Apple akhirnya memasuki era perangkat lipat dan melakukannya dengan cara khas: bukan sekadar meniru, tapi mendefinisikan ulang. Menurut laporan dari sejumlah sumber tepercaya, iPhone lipat pertama Apple, yang kemungkinan besar akan diberi nama iPhone Ultra, akan memiliki ketebalan hanya 4,5 milimeter saat dibuka menjadikannya lebih tipis daripada iPhone manapun yang pernah diproduksi, bahkan lebih ramping dari iPad Pro 13 inci (5,1 mm) dan iPhone Air (5,6 mm).
Namun, pencapaian teknik luar biasa ini tidak datang tanpa konsekuensi. Untuk mencapai target ketebalan ekstrem tersebut, Apple terpaksa mengorbankan fitur-fitur ikonik yang selama ini menjadi ciri khas iPhone: Face ID, kamera telefoto, dan bahkan sistem MagSafe internal.
Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi teknis, inovasi layar hampir tanpa lipatan, keputusan desain kontroversial, serta tantangan produksi yang mengancam ketersediaan iPhone Ultra pada peluncuran resminya.
Desain Revolusioner: 4,5mm Saat Dibuka, 9–9,5mm Saat Dilipat
Angka 4,5mm bukan sekadar angka pemasaran ia adalah pernyataan filosofis tentang bagaimana Apple memandang perangkat lipat. Di tengah pasar yang dipenuhi ponsel lipat tebal dan berat seperti Galaxy Z Fold atau Huawei Mate X, Apple memilih jalan berbeda: prioritaskan rasa saat digunakan, bukan sekadar fleksibilitas.
- Ketebalan saat dibuka: 4,5 mm
- Ketebalan saat dilipat: 9–9,5 mm
- Bobot: Belum dikonfirmasi, tetapi diperkirakan sekitar 220–240 gram
Perlu dicatat: ketebalan 4,5mm mengacu pada bodi utama, bukan termasuk modul kamera. Skema casing bocor menunjukkan modul kamera persegi yang menonjol sekitar 4,5mm, sehingga ketebalan maksimum lokal mencapai ±9mm di area lensa. Artinya, meski bodi sangat tipis, permukaan belakang tidak benar-benar datar tapi Apple tampaknya menganggap ini kompromi yang bisa diterima.
Layar Tanpa Lipatan Nyata: Terobosan Samsung Display untuk Apple
Salah satu alasan utama Apple menunda masuk ke pasar foldable selama bertahun-tahun adalah masalah lipatan (crease). Bagi perusahaan yang menjunjung tinggi kesempurnaan visual, lipatan yang terlihat adalah cacat desain.
Untuk iPhone Ultra, Apple bekerja sama erat dengan Samsung Display yang mengembangkan panel OLED khusus dengan spesifikasi luar biasa:
- Kedalaman lipatan: hanya 0,15 mm
- Sudut lipatan: di bawah 2,5 derajat
- Ukuran layar dalam: 7,76 inci
- Ukuran layar luar: 5,49 inci
- Rasio aspek: 4:3 (berbeda dari kebanyakan ponsel modern)
Hasilnya? Layar yang hampir datar sempurna bahkan di titik lipatan jauh melampaui Galaxy Z Fold 7, yang masih menunjukkan garis lipatan jelas di bawah cahaya langsung. Bagi Apple, ini bukan sekadar peningkatan ini syarat wajib untuk meluncurkan produk foldable.
Spesifikasi Inti: A20 Pro, 12GB RAM, dan Fokus pada Efisiensi
Di balik desain minimalis, iPhone Ultra dipersenjatai dengan hardware mutakhir:
- Chipset: A20 Pro (dibuat di proses 2nm TSMC)
- RAM: 12GB pertama kalinya Apple menggunakan RAM sebanyak ini
- Penyimpanan: Diperkirakan mulai dari 256GB hingga 1TB
- Baterai: Kapasitas belum dikonfirmasi, tetapi diperkirakan sekitar 3.800–4.200 mAh
Dengan A20 Pro di proses 2nm, Apple tidak hanya mengejar performa, tapi juga efisiensi daya ekstrem penting untuk perangkat tipis dengan ruang baterai terbatas.
Pengorbanan Desain: Apa yang Hilang demi Ketipisan?
Untuk mencapai 4,5mm, Apple harus membuat keputusan sulit. Berikut fitur utama yang tidak akan ada di iPhone Ultra:
1. Face ID Diganti dengan Touch ID di Tombol Power
Modul TrueDepth untuk Face ID terlalu tebal untuk dimasukkan. Solusinya? Sensor sidik jari kapasitif di tombol power, mirip pendekatan di iPad Pro generasi terbaru. Ini berarti tidak ada autentikasi wajah, bahkan saat perangkat dibuka.
2. Tidak Ada Kamera Telefoto
Hanya dua sensor 48MP: satu untuk main, satu untuk ultra-wide. Tidak ada lensa periskop atau zoom optik. Apple mengandalkan zoom digital cerdas berbasis AI untuk menutupi kekurangan ini.
3. MagSafe Internal Kemungkinan Dihilangkan
Analisis unit dummy menunjukkan tidak ada cincin magnet internal di lokasi biasa. Sebagai gantinya, Apple sedang memproduksi casing resmi dengan magnet MagSafe terintegrasi artinya fungsi itu “dikeluarkan” dari perangkat utama.
Jadwal Produksi & Harga: Langka dan Mahal
- Produksi massal: Mundur dari Juni ke Agustus 2026
- Target peluncuran: September 2026, bersamaan dengan iPhone 18 Pro
- Ketersediaan awal: Sangat terbatas analis Ming-Chi Kuo memperkirakan kelangkaan hingga awal 2027
- Harga perkiraan: Lebih dari $2.000 (±Rp32 juta)
Bagi calon pembeli, situasi ini mirip dengan peluncuran awal Apple Vision Pro: antrean panjang, stok terbatas, dan permintaan melebihi pasokan selama berbulan-bulan.
Mengapa Ini Penting? Bukan Sekadar Ponsel Lipat Biasa
iPhone Ultra bukan sekadar respons Apple terhadap tren. Ia adalah manifesto desain: bahwa teknologi harus menghilang, perangkat harus terasa alami di tangan, dan pengalaman pengguna lebih penting daripada daftar fitur.
Dengan ketebalan 4,5mm, Apple menunjukkan bahwa foldable tidak harus tebal, berat, atau “terasa seperti prototipe”. Tapi untuk mencapai itu, mereka rela melepaskan identitas visual dan fungsional yang sudah melekat selama 15+ tahun.
Kesimpulan: Keberanian atau Risiko Besar?
iPhone Ultra adalah taruhan besar. Jika berhasil, ia akan mendefinisikan ulang standar industri foldable. Jika gagal karena terlalu mahal, terlalu langka, atau terlalu minim fitur ia bisa menjadi produk niche seperti Vision Pro.
Namun, satu hal pasti: dengan ketebalan 4,5mm dan layar hampir tanpa lipatan, Apple tidak datang untuk bersaing. Mereka datang untuk memimpin.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |