Kinerja Gojek GOTO 2026: EBITDA Tembus Rp115 Miliar!
- Istimewa
- Nilai transaksi bruto (GTV) Gojek tumbuh 7% YoY mencapai Rp14,3 triliun.
- EBITDA yang disesuaikan berbalik positif ke angka Rp115 miliar dari sebelumnya minus.
- Segmen produk "Hemat" menjadi pendorong utama frekuensi transaksi konsumen.
- Kontribusi pendapatan Gojek menyumbang hampir 30% dari total pendapatan konsolidasi grup.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi mengumumkan kinerja Gojek GOTO 2026 yang tumbuh signifikan sepanjang kuartal pertama. Segmen layanan on-demand (ODS) ini menjadi motor utama yang menggerakkan pendapatan bruto ekosistem grup secara masif. Berdasarkan data korporasi pada Selasa (19/5/2026), unit bisnis ini sukses mencatatkan nilai transaksi bruto (GTV) sebesar Rp14,3 triliun.
Strategi Segmen Hemat Perkuat Kinerja Gojek GOTO 2026
Manajemen GOTO berhasil mendongkrak pendapatan bruto Gojek sebesar 11% secara tahunan menjadi Rp3,5 triliun. Lonjakan dua digit ini memperkuat posisi Gojek sebagai kontributor pendapatan terbesar kedua setelah sektor fintech. Peningkatan tersebut dipicu oleh tingginya adopsi layanan ekonomi seperti GoCar Hemat dan GoFood Hemat.
Layanan ramah kantong ini terbukti efektif mengamankan frekuensi transaksi harian dari konsumen yang sensitif terhadap harga. Selain itu, GOTO berhasil meningkatkan take rate atau komisi layanan menjadi 24,1% pada awal tahun ini. Kondisi tersebut langsung mempertebal margin keuntungan perusahaan secara keseluruhan.
Pembalikan Profitabilitas dan Margin Positif
Lini on-demand kini mencatatkan EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) di zona positif sebesar Rp115 miliar. Pencapaian ini merupakan titik balik masif jika dibandingkan periode kuartal I/2025 yang masih minus Rp62 miliar. Keberhasilan ini menunjukkan efisiensi operasional yang semakin matang di dalam tubuh manajemen.
Secara konsolidasi, GTV grup mencapai Rp151,1 triliun atau tumbuh 5% dibandingkan tahun lalu. Meskipun unit Gojek menyumbang 9,5% dari total transaksi ekosistem, kontribusinya terhadap pendapatan sangat dominan. Lini ini memasok hampir 30% dari total pendapatan bruto konsolidasi GOTO yang bertengger di angka Rp11,9 triliun.
Proyeksi Operasional dan Inovasi Teknologi Mendatang
Pihak manajemen tetap optimistis mampu menjaga momentum kinerja Gojek GOTO 2026 melalui operational excellence. Fokus utama perseroan pada sisa tahun ini mencakup integrasi teknologi pemetaan mandiri yang lebih akurat. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi rute dan pengiriman bagi mitra pengemudi.
GOTO juga berencana melakukan ekspansi besar pada layanan logistik B2B guna memperkuat ekosistem e-commerce. Selain itu, percepatan penggunaan armada kendaraan listrik (EV) terus menjadi prioritas untuk menekan biaya energi. Strategi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif berkelanjutan bagi mitra serta performa keuangan perusahaan di masa depan.