iQOO TWS 5i Resmi Meluncur, Tawarkan Baterai 50 Jam dan Mode Gaming Latensi Rendah
- iQoo
Menariknya lagi, iQOO mengklaim TWS 5i mampu menghadirkan latensi serendah 42ms. Angka tersebut tergolong cukup rendah untuk perangkat TWS murah dan tentunya sangat membantu ketika bermain game dengan tempo cepat.
Latensi rendah membuat suara yang keluar lebih sinkron dengan aksi di layar. Dengan begitu, pengguna bisa merasakan pengalaman bermain yang lebih responsif tanpa gangguan delay audio yang mengganggu.
Fitur ini biasanya hanya banyak ditemukan pada TWS gaming dengan harga lebih mahal. Karena itu, kehadiran mode low latency di iQOO TWS 5i menjadi nilai tambah yang cukup menarik di kelasnya.
Desain Ringan dan Nyaman Dipakai Seharian
Selain fokus pada performa gaming, iQOO juga tetap memperhatikan kenyamanan pengguna. Setiap earbud pada TWS 5i memiliki bobot sekitar 4,2 gram, sehingga terasa ringan ketika digunakan dalam waktu lama.
Desain ringan seperti ini penting, terutama bagi pengguna yang sering memakai earbud saat bekerja, belajar online, atau bermain game berjam-jam. Pengguna tidak akan cepat merasa pegal atau tidak nyaman di area telinga.
Secara tampilan, desain TWS 5i juga terlihat simpel dan modern, mengikuti tren earbud kekinian yang minimalis. Hal ini membuat perangkat tersebut tetap cocok digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Baterai Jadi Andalan Utama
Salah satu aspek yang paling menarik dari iQOO TWS 5i adalah daya tahan baterainya. iQOO mengklaim earbud ini mampu bertahan hingga 11,5 jam untuk pemutaran musik hanya dalam sekali pengisian daya.
Sementara itu, jika digabungkan dengan casing charging, total penggunaan bisa mencapai sekitar 50 jam. Angka tersebut tergolong sangat besar untuk TWS di segmen harga murah.
Dengan kapasitas baterai seperti itu, pengguna tidak perlu terlalu sering mengisi daya. Ini tentu menjadi keuntungan besar bagi pengguna aktif yang membutuhkan perangkat audio tahan lama selama bepergian atau beraktivitas seharian.
Untuk penggunaan panggilan telepon, daya tahan baterainya memang sedikit lebih rendah, yakni sekitar tujuh jam. Namun angka tersebut tetap tergolong cukup baik di kelas entry-level.