Anker Rilis Power Bank Magnetik 10.000mAh 30W dengan Teknologi Tahan Api
- anker
Port USB-C dengan Fast Charging 30W
Selain mendukung pengisian nirkabel, Anker juga menyematkan satu port USB-C di bagian bawah perangkat. Port ini mampu menghasilkan daya hingga 30W untuk pengisian menggunakan kabel.
Kecepatan tersebut cukup untuk mengisi berbagai perangkat seperti smartphone, tablet, hingga beberapa laptop ringan. Tidak hanya itu, port USB-C tersebut juga mendukung input 30W sehingga proses isi ulang power bank menjadi lebih cepat.
Meski begitu, ada sedikit penyesuaian daya ketika pengguna mengisi dua perangkat sekaligus. Dalam kondisi tersebut, output kabel dibatasi hingga 12W sedangkan pengisian nirkabel hanya mencapai 5W.
Walaupun kecepatannya menurun saat dipakai bersamaan, fitur dual charging ini tetap berguna bagi pengguna yang sering membawa lebih dari satu perangkat.
Tetap Menggunakan Baterai Lithium-Ion
Di tengah tren perkembangan baterai solid-state dan sodium-ion, Anker ternyata masih memilih memakai sel lithium-ion standar untuk produk terbarunya ini.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Anker, teknologi baterai alternatif saat ini masih memiliki ukuran lebih besar dan bobot lebih berat sehingga kurang cocok digunakan pada power bank portabel.
Perusahaan juga menjelaskan bahwa baterai lithium-ion masih menawarkan rasio kapasitas terhadap berat yang lebih baik. Selain itu, jenis baterai ini dinilai lebih aman untuk perjalanan udara dan tidak menimbulkan banyak masalah dalam proses pembuangan limbah elektronik.
Anker kemudian menyebut teknologi baterai yang telah ditingkatkan ini dengan nama Neo Lithium-Ion.
Dibekali Teknologi Tahan Api dan Sistem Pendingin Modern
Sektor keamanan menjadi fokus utama dalam pengembangan power bank ini. Anker menyematkan sel baterai ATL yang dipadukan dengan sasis tahan api untuk meningkatkan perlindungan selama penggunaan.
Tidak hanya itu, perangkat juga dibekali lapisan pembuangan panas berbahan aluminium alloy dan graphene berkepadatan tinggi. Teknologi tersebut berfungsi menjaga suhu tetap stabil ketika proses pengisian berlangsung.
Langkah ini cukup penting mengingat power bank modern kini memiliki kemampuan fast charging yang cenderung menghasilkan panas lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Dengan sistem pendingin tersebut, suhu perangkat diklaim lebih terkontrol sehingga membantu memperpanjang usia baterai sekaligus meningkatkan keamanan pengguna.