Galaxy S25 FE Meledak Saat Dicharge, Ini Fakta dan Respons Samsung!

Galaxy S25 FE Meledak Saat Dicharge, Ini Fakta dan Respons Samsung!
Sumber :
  • Gizmochina

Gadget – Sebuah laporan mengejutkan datang dari komunitas pengguna smartphone global. Seorang pemilik Samsung Galaxy S25 FE mengklaim bahwa ponselnya meledak saat sedang dicharge semalaman, menyebabkan kerusakan properti, luka ringan pada pengguna, dan trauma psikologis bagi keluarganya termasuk anak berusia 8 tahun yang tidur tak jauh dari lokasi kejadian.

img_title Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir dengan Layar AMOLED 120Hz dan Update hingga 2032

Insiden ini bukan hanya sekadar kecelakaan rumah tangga biasa. Ia menjadi insiden ketiga sepanjang 2026 yang melibatkan produk flagship Samsung yang diduga mengalami kegagalan baterai ekstrem, memicu pertanyaan serius tentang keandalan sistem keamanan termal pada perangkat modern dan apakah sejarah kelam Galaxy Note 7 tahun 2016 mulai berulang.

Artikel ini mengupas tuntas kronologi kejadian, faktor risiko teknis, konteks historis, serta implikasi reputasi dan keamanan bagi Samsung di tengah persaingan sengit industri smartphone global.

img_title Samsung Galaxy A27 Bocor dengan Warna Awesome Mint, Bawa Layar 120Hz dan Kamera 50MP

Kronologi Insiden: Ledakan di Tengah Malam yang Mengguncang Keluarga

Menurut unggahan di Reddit yang disertai foto-foto mengerikan, pemilik Galaxy S25 FE terbangun oleh suara ledakan keras seperti petasan sekitar pukul 03.00 dini hari. Awalnya ia mengira itu suara kembang api dari luar, namun segera menyadari asal suara tersebut: ponselnya yang sedang dicharge di dekat tempat tidur.

img_title Galaxy S27 Pro Ini Membuat Pilihan Smartphone Flagship Jadi Lebih Praktis dengan Baterai dan Kamera Unggul

Ponsel tersebut:

  • Menggunakan charger pihak ketiga berkekuatan 20W dengan protokol USB Power Delivery (USB-PD)
  • Terhubung via kabel USB-C orisinal Samsung
  • Berada dalam casing dompet kulit
  • Diletakkan di atas kasur, dekat kepala sang pemilik dan anaknya

Akibat ledakan, baterai memasuki kondisi thermal runaway reaksi kimia tak terkendali yang menyebabkan suhu internal melonjak hingga ratusan derajat Celsius dalam hitungan detik. Akibatnya:

  • Bagian belakang ponsel hancur total
  • Asap tebal menyebar ke seluruh kamar
  • Pemilik mengalami luka bakar ringan di leher dan rambut terbakar

Petugas pemadam kebakaran harus dipanggil untuk memastikan tidak ada risiko kebakaran lanjutan
Hingga kini, Samsung belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden ini.

Faktor Risiko: Apakah Charger Pihak Ketiga atau Casing yang Salah?

Begitu laporan ini viral, netizen langsung memperdebatkan penyebab potensial. Beberapa poin utama yang dikritik:

1. Penggunaan Charger Pihak Ketiga
Meski charger mendukung standar USB-PD (yang secara teori aman), tidak semua charger pihak ketiga memiliki proteksi arus dan tegangan yang memadai. Fluktuasi daya bisa memicu stres pada sirkuit pengisian daya.

2. Casing Dompet Kulit + Posisi di Atas Kasur
Kombinasi ini menciptakan lingkungan tertutup dengan sirkulasi udara buruk, sehingga panas sulit dilepaskan.

Namun, para ahli menekankan: smartphone modern dirancang untuk menghadapi skenario ini.
“Ponsel masa kini punya sensor suhu di baterai, PCB, dan port pengisian. Jika suhu naik, sistem akan otomatis memperlambat atau menghentikan pengisian,” jelas seorang insinyur baterai yang enggan disebut namanya.

Fakta ini membuat insiden ini semakin mencurigakan karena seharusnya mekanisme perlindungan sudah aktif jauh sebelum terjadi ledakan.

Bayang-Bayang Galaxy Note 7: Apakah Sejarah Akan Berulang?

Pada 2016, Galaxy Note 7 ditarik secara global setelah puluhan laporan ponsel terbakar atau meledak. Kerugian finansial Samsung mencapai $5,3 miliar, dan reputasi merek sempat goyah.

Sejak itu, Samsung mengklaim telah:

  • Memperkenalkan 8-point Battery Safety Check
  • Melakukan uji tekanan ekstrem pada setiap batch baterai
  • Mengintegrasikan AI-based thermal monitoring di semua flagship

Namun, jika insiden 2026 terbukti berasal dari cacat desain atau produksi, kepercayaan konsumen bisa runtuh lebih cepat terutama di era media sosial yang mempercepat penyebaran informasi negatif.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Saat Ini?

Meski belum ada larangan resmi, berikut langkah pencegahan yang direkomendasikan:

  • Gunakan hanya charger dan kabel orisinal Samsung
  • Jangan charge ponsel di atas kasur, sofa, atau permukaan empuk
  • Hindari casing tebal saat charge semalaman

Perhatikan tanda-tanda awal: ponsel terlalu panas, membengkak, atau pengisian tiba-tiba melambat
Segera hentikan penggunaan jika mencium bau aneh atau melihat deformasi fisik

Jika Anda memiliki Galaxy S25 FE dan mengalami gejala mencurigakan, segera hubungi layanan pelanggan Samsung atau kunjungi pusat servis resmi.

Respons Samsung dan Prospek Investigasi

Hingga 30 Mei 2026, Samsung belum mengeluarkan pernyataan publik. Namun, sumber internal menyebut perusahaan sudah membuka investigasi teknis terhadap unit yang terlibat dalam insiden ini.

Biasanya, Samsung akan:

  • Meminta unit ponsel yang rusak untuk analisis forensik
  • Memeriksa log pengisian daya dan suhu internal (jika masih tersimpan)
  • Meninjau batch produksi baterai yang digunakan

Jika ditemukan cacat massal, recall terbatas atau pembaruan firmware darurat bisa saja dikeluarkan.

Kesimpulan: Waspada, Bukan Panik

Insiden Galaxy S25 FE memang menakutkan tapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semua unit berbahaya. Kemungkinan besar, ini adalah kasus langka akibat kombinasi faktor spesifik.

Namun, fakta bahwa ini insiden ketiga dalam lima bulan harus dianggap serius. Konsumen berhak atas transparansi penuh, dan Samsung sebagai pemimpin industri memiliki tanggung jawab moral untuk menyelidiki, menginformasikan, dan bertindak cepat jika diperlukan.

Sampai ada kejelasan, kewaspadaan adalah kunci. Karena di balik kemajuan teknologi, keselamatan manusia harus selalu jadi prioritas utama.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget