Bocoran Nvidia N1 dan N1X Terungkap, Chip ARM Laptop dengan GPU Blackwell Super Kencang
- gizmo china
Persaingan di pasar prosesor laptop berbasis ARM tampaknya akan semakin panas. Setelah selama beberapa tahun terakhir Qualcomm menjadi pemain utama di segmen Windows on ARM, kini Nvidia dikabarkan siap memasuki arena dengan membawa senjata baru yang sangat ambisius. Menjelang ajang Computex, bocoran mengenai prosesor ARM pertama Nvidia untuk PC dan laptop beredar luas di internet dan langsung menarik perhatian para penggemar teknologi.
Berdasarkan dokumen internal yang dibocorkan dan dilaporkan oleh VideoCardz, Nvidia sedang menyiapkan dua keluarga prosesor utama, yakni seri N1 dan N1X. Menariknya, chip ini tidak hanya menawarkan performa CPU yang tinggi, tetapi juga dibekali teknologi GPU Blackwell terbaru yang selama ini menjadi andalan Nvidia di berbagai produk grafis dan AI.
Jika informasi yang beredar ini benar, Nvidia berpotensi menjadi pesaing serius bagi Intel, AMD, bahkan Qualcomm di pasar laptop generasi berikutnya.
Era Baru Windows on ARM
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Windows on ARM memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Salah satu faktor terbesar datang dari keberhasilan Qualcomm menghadirkan prosesor Snapdragon X Elite yang mampu memberikan performa kompetitif sekaligus efisiensi daya yang mengesankan.
Chip tersebut berhasil menunjukkan bahwa laptop ARM tidak lagi identik dengan performa biasa-biasa saja. Bahkan dalam sejumlah pengujian, Snapdragon X Elite mampu bersaing dengan berbagai prosesor Intel Core dan AMD Ryzen di kelas premium.
Kini Nvidia tampaknya ingin membawa konsep tersebut ke level yang lebih tinggi. Tidak hanya mengandalkan kemampuan CPU ARM, perusahaan juga menyatukan teknologi grafis Blackwell yang terkenal sangat kuat untuk kebutuhan gaming, AI, hingga komputasi profesional.
Langkah ini bisa menjadi awal dari babak baru industri laptop Windows berbasis ARM.
Nvidia N1X, Chip Kelas Atas untuk Performa Ekstrem
Varian paling bertenaga dalam bocoran ini adalah Nvidia N1X. Chip tersebut disebut-sebut menggunakan desain yang mirip dengan prosesor GB10 yang digunakan pada superkomputer AI desktop DGX Spark milik Nvidia.
Versi tertinggi dari N1X dikabarkan membawa konfigurasi CPU 20 inti yang terdiri dari 10 inti performa Cortex-X925 dan 10 inti efisiensi Cortex-A725. Kombinasi tersebut dirancang untuk memberikan keseimbangan antara kecepatan pemrosesan dan efisiensi energi.
Namun yang membuatnya semakin menarik adalah sektor grafisnya. Nvidia membekali chip ini dengan GPU Blackwell 2.0 yang memiliki 48 Streaming Multiprocessor atau setara dengan 6.144 CUDA Core.
Jumlah tersebut sangat besar untuk ukuran prosesor laptop dan berpotensi menghadirkan performa grafis yang jauh lebih tinggi dibandingkan kebanyakan solusi ARM saat ini.
Selain versi penuh, Nvidia juga menyiapkan model N1X yang sedikit dipangkas. Versi ini menggunakan 18 inti CPU yang terdiri dari sembilan inti performa dan sembilan inti efisiensi. Sementara itu, sektor GPU membawa 40 Streaming Multiprocessor atau sekitar 5.120 CUDA Core.
Kedua model N1X tersebut dikabarkan bekerja pada rentang daya antara 45W hingga 80W. Menariknya, angka tersebut sudah mencakup konsumsi daya CPU dan GPU secara keseluruhan dalam satu paket chip.
Dengan spesifikasi seperti ini, N1X tampaknya memang ditujukan untuk laptop premium, workstation portabel, hingga perangkat AI generasi terbaru.
Nvidia N1 untuk Laptop Tipis dan Harga Lebih Terjangkau
Selain N1X, Nvidia juga menyiapkan seri N1 yang menyasar segmen lebih luas. Chip ini dirancang untuk laptop tipis, ringan, serta perangkat dengan harga yang lebih ramah di kantong.
Varian tertinggi N1 akan menggunakan konfigurasi 12 inti CPU yang terdiri dari delapan inti performa Cortex-X925 dan empat inti efisiensi Cortex-A725. Pada sisi grafis, tersedia GPU Blackwell dengan 20 Streaming Multiprocessor yang menghasilkan sekitar 2.560 CUDA Core.
Sementara itu, model yang lebih ekonomis hadir dengan 10 inti CPU yang terdiri dari tujuh inti performa dan tiga inti efisiensi. GPU yang digunakan memiliki 16 Streaming Multiprocessor dengan total 2.048 CUDA Core.
Walaupun lebih sederhana dibandingkan N1X, spesifikasi tersebut tetap tergolong sangat menarik untuk kategori laptop mainstream.
Keluarga N1 sendiri dikabarkan beroperasi pada kisaran daya antara 18W hingga 45W. Dengan konsumsi daya yang relatif rendah, chip ini berpotensi menawarkan daya tahan baterai yang panjang sekaligus performa yang tetap kompetitif.
Dukungan Memori dan Penyimpanan yang Mengesankan
Perbedaan antara N1 dan N1X tidak hanya terletak pada jumlah inti CPU maupun GPU. Nvidia juga memberikan pembeda yang cukup signifikan pada sektor memori dan penyimpanan.
Seri N1X menawarkan dukungan memori LPDDR5X hingga kapasitas 128GB melalui antarmuka 16-channel. Kapasitas sebesar ini biasanya ditemukan pada workstation profesional atau sistem komputasi AI yang membutuhkan bandwidth memori sangat tinggi.
Sebaliknya, seri N1 standar mendukung memori LPDDR5X hingga 64GB dengan konfigurasi 8-channel.
Pada sektor penyimpanan, N1X juga memiliki keunggulan dengan dukungan hingga tiga SSD M.2 sekaligus. Adapun N1 hanya mendukung maksimal dua SSD M.2.
Perbedaan ini semakin memperjelas bahwa N1X memang diposisikan sebagai produk kelas atas untuk pengguna profesional dan kebutuhan komputasi berat.
Nvidia Sudah Mengembangkan Chip Ini Sejak Lama
Salah satu hal menarik dari bocoran tersebut adalah informasi mengenai usia proyek ini. Berdasarkan dokumen yang beredar, beberapa slide presentasi disebut memiliki tanggal tahun 2024.
Artinya, Nvidia kemungkinan telah mengembangkan prosesor ARM untuk PC ini selama lebih dari dua tahun. Waktu pengembangan yang panjang menunjukkan bahwa perusahaan tidak sekadar mencoba peruntungan di pasar ARM, melainkan memiliki strategi jangka panjang yang serius.
Tentu saja, tidak semua model yang tercantum dalam dokumen tersebut dijamin akan hadir ke pasar. Dalam industri semikonduktor, perubahan desain dan pembatalan produk merupakan hal yang cukup umum terjadi.
Namun demikian, jumlah varian yang muncul dalam bocoran menunjukkan bahwa Nvidia telah menyiapkan ekosistem produk yang cukup matang.
Potensi Mengubah Peta Persaingan Laptop
Jika seluruh spesifikasi yang bocor ini benar-benar diwujudkan dalam produk akhir, Nvidia berpotensi menjadi salah satu pemain paling berbahaya di industri laptop Windows.
Kombinasi CPU ARM generasi terbaru dengan GPU Blackwell bisa menjadi formula yang sulit ditandingi kompetitor. Selain itu, pengalaman Nvidia di bidang AI juga dapat memberikan nilai tambah yang sangat besar di era komputasi berbasis kecerdasan buatan.
Dengan hadirnya N1 dan N1X, persaingan antara Intel, AMD, Qualcomm, dan Nvidia diperkirakan akan semakin sengit. Pada akhirnya, kondisi ini justru menguntungkan konsumen karena akan menghadirkan lebih banyak pilihan perangkat dengan performa tinggi, efisiensi daya yang baik, serta fitur AI yang semakin canggih.