MSI MEG Vision X2 AI+ Hadir dengan Asisten AI Holografik dan RTX 5090
- MSI
MSI kembali mencuri perhatian pasar teknologi melalui peluncuran desktop gaming terbarunya, MEG Vision X2 AI+. Berbeda dari kebanyakan komputer gaming premium yang hanya berfokus pada peningkatan performa, perangkat ini menghadirkan sesuatu yang cukup unik, yaitu asisten AI berbentuk holografik yang terintegrasi langsung pada casing komputer.
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memang menjadi tren utama di industri teknologi. Banyak produsen berlomba-lomba menambahkan fitur AI ke berbagai produk mereka, mulai dari laptop, smartphone, hingga perangkat rumah pintar. Kini, MSI mencoba menghadirkan pengalaman berbeda dengan memasukkan AI secara lebih nyata ke dalam desktop gaming.
Salah satu daya tarik utama MEG Vision X2 AI+ adalah keberadaan layar sekunder berbentuk silinder yang ditempatkan di bagian depan casing. MSI menyebut teknologi ini sebagai AI Holostage. Tidak hanya berfungsi sebagai layar tambahan, AI Holostage juga menjadi tempat tampilnya LuckyClaw, asisten virtual berbasis AI yang dapat berinteraksi langsung dengan pengguna.
LuckyClaw dirancang untuk berjalan secara lokal di dalam sistem, sehingga berbagai proses dapat dilakukan langsung oleh perangkat tanpa harus selalu bergantung pada layanan cloud. Kehadiran fitur ini memberikan respons yang lebih cepat sekaligus meningkatkan privasi pengguna.
Melalui perintah suara maupun instruksi berbasis teks, pengguna dapat meminta LuckyClaw melakukan berbagai tugas. Misalnya, mengubah profil performa komputer sesuai kebutuhan, mengatur konfigurasi monitor, hingga mengganti efek pencahayaan RGB yang terpasang pada perangkat.
Dengan kata lain, pengguna tidak perlu lagi membuka berbagai menu pengaturan secara manual. Cukup berbicara atau mengetik perintah, maka sistem akan menjalankan instruksi yang diberikan.
Menariknya, MSI tidak membatasi pengguna hanya pada karakter LuckyClaw. Perusahaan juga menyediakan dukungan untuk avatar AI pihak ketiga yang dapat dikustomisasi sesuai preferensi pengguna. Fitur ini memungkinkan pemilik perangkat menciptakan pengalaman yang lebih personal ketika berinteraksi dengan asisten virtual mereka.
Meski secara fungsi dasar AI tersebut dapat dianggap sebagai sistem pengaturan berbasis suara yang lebih interaktif, kehadiran tampilan holografik menjadikannya terasa lebih hidup dibandingkan asisten digital konvensional.