Asus ProArt P16 dan P14 Meluncur dengan Nvidia RTX Spark, Siap Jalankan AI 120 Miliar Parameter

Asus ProArt P16 dan P14
Sumber :
  • asus

Computex 2026 resmi dibuka di Taipei, Taiwan, dan menjadi panggung bagi berbagai inovasi teknologi terbaru, khususnya perangkat yang dirancang untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Salah satu pengumuman yang paling mencuri perhatian datang dari Asus yang memperkenalkan generasi terbaru laptop kreator mereka, yakni ProArt P16 dan ProArt P14.

img_title AOC AGP277QKP Resmi Meluncur, Monitor Gaming 2K 425Hz dengan Fast IPS

Kehadiran dua laptop ini bukan sekadar membawa penyegaran desain, melainkan juga menghadirkan lompatan besar dari sisi performa. Asus menjadi salah satu produsen pertama yang mengadopsi superchip Nvidia RTX Spark, sebuah platform komputasi terbaru yang dirancang khusus untuk menangani beban kerja AI tingkat tinggi secara lokal tanpa harus bergantung pada layanan cloud.

Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan di industri laptop kreatif kini tidak hanya berfokus pada performa grafis dan desain premium, tetapi juga kemampuan menjalankan model AI yang semakin kompleks.

img_title Lenovo Bellator Feng 7000X Resmi Meluncur, Desktop Gaming RTX 5060 Ti dengan Intel dan AMD

Nvidia RTX Spark Jadi Senjata Utama

Sorotan terbesar dari Asus ProArt P16 dan ProArt P14 tentu saja terletak pada penggunaan Nvidia RTX Spark. Chip generasi baru ini menggabungkan prosesor Nvidia Grace 20-core dengan GPU berbasis arsitektur Blackwell yang dibekali 6.144 CUDA Core serta Tensor Core FP4 terbaru.

img_title Red Magic Gaming Headset Resmi Dirilis, Earbud Berkabel dengan Driver 14,2mm

Kedua komponen tersebut dihubungkan menggunakan teknologi NVLink-C2C, yang memungkinkan transfer data berkecepatan tinggi sekaligus menghadirkan sistem memori terpadu hingga 128GB.

Keunggulan memori terpadu ini menjadi faktor penting dalam era AI modern. Pasalnya, model AI berskala besar membutuhkan kapasitas memori yang sangat besar agar dapat berjalan secara optimal di perangkat lokal.

Dengan dukungan tersebut, pengguna dapat mengalokasikan kapasitas RAM dalam jumlah besar untuk kebutuhan GPU. Hasilnya, laptop mampu menjalankan Large Language Model (LLM) berukuran besar tanpa perlu memanfaatkan server cloud eksternal.

Asus bahkan mengklaim bahwa perangkat ini sanggup menjalankan model AI dengan hingga 120 miliar parameter serta mendukung jendela konteks mencapai 1 juta token. Angka tersebut menunjukkan kemampuan komputasi yang sebelumnya hanya tersedia pada workstation kelas atas atau server khusus AI.

Siap Menangani Tugas Kreatif Berat

Bukan hanya unggul dalam menjalankan model AI, ProArt P16 dan P14 juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan para kreator profesional.

Menurut Asus, laptop ini mampu menangani proses editing video hingga resolusi 12K secara lebih efisien. Selain itu, perangkat juga dapat merender proyek 3D berukuran hingga 90GB tanpa hambatan berarti.

Kemampuan lainnya yang cukup menarik adalah proses pembuatan video AI 4K langsung dari perangkat. Dengan kata lain, kreator tidak lagi harus mengunggah data ke cloud untuk menghasilkan konten berbasis AI, sehingga proses kerja menjadi lebih cepat sekaligus lebih aman dari sisi privasi.

Tren penggunaan AI generatif yang semakin meningkat membuat kemampuan seperti ini menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi editor video, animator, desainer grafis, hingga pengembang konten digital.

Adobe Siapkan Optimalisasi Khusus

Menariknya, dukungan terhadap RTX Spark tampaknya tidak hanya datang dari sisi perangkat keras. Asus mengungkapkan bahwa Adobe juga tengah menyesuaikan aplikasi populer mereka agar dapat memanfaatkan kemampuan chip baru ini secara maksimal.

Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Adobe sedang mengembangkan ulang beberapa aplikasi andalannya, termasuk Photoshop dan Premiere Pro, agar berjalan lebih optimal pada platform RTX Spark.

Jika optimalisasi tersebut benar-benar terwujud, pengguna berpotensi memperoleh peningkatan performa hingga dua kali lipat untuk berbagai pekerjaan berbasis AI maupun pengolahan grafis.

Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para profesional kreatif yang mengandalkan aplikasi Adobe sebagai bagian utama dari alur kerja harian mereka.

Desain Lebih Tipis dan Ringan

Selain peningkatan performa, Asus juga melakukan penyempurnaan pada aspek desain. ProArt P16 hadir dengan layar berukuran 16 inci, sementara ProArt P14 menawarkan ukuran yang lebih ringkas di kelas 14 inci.

Kedua laptop menggunakan bodi berbahan aluminium hasil proses CNC machining yang memberikan kesan premium sekaligus kokoh. Asus juga menghadirkan pilihan warna baru Neo White selain varian hitam yang selama ini identik dengan lini ProArt.

Dibandingkan generasi sebelumnya, ProArt P16 kini tampil lebih ramping. Asus mengklaim laptop ini memiliki ketebalan 13 persen lebih tipis dan bobot 16 persen lebih ringan.

Peningkatan tersebut membuat perangkat lebih mudah dibawa bepergian tanpa mengorbankan performa tinggi yang menjadi ciri khas seri ProArt.

Layar OLED Premium untuk Kreator

Untuk urusan visual, Asus tetap mempertahankan kualitas layar terbaik melalui panel Lumina OLED Pro.

Layar ini dibekali lapisan anti-reflektif yang membantu mengurangi pantulan cahaya saat digunakan di berbagai kondisi pencahayaan. Tingkat kecerahan puncaknya bahkan mencapai 1.600 nits, sehingga tetap nyaman digunakan untuk pekerjaan profesional.

Pada ProArt P16, pengguna akan mendapatkan layar OLED 4K dengan refresh rate variabel hingga 120Hz. Kehadiran teknologi Nvidia G-Sync juga membantu menghadirkan tampilan yang lebih mulus dan responsif.

Sementara itu, ProArt P14 menggunakan panel OLED beresolusi 3K yang tetap menawarkan kualitas gambar tajam serta akurasi warna tinggi.

Kedua laptop ini sangat cocok untuk kebutuhan editing foto, produksi video, ilustrasi digital, maupun pekerjaan kreatif lainnya yang membutuhkan reproduksi warna akurat.

Trackpad Haptic dan Baterai Besar

Asus juga memberikan perhatian pada kenyamanan penggunaan sehari-hari. Kedua model kini dilengkapi trackpad haptic modern yang memberikan pengalaman navigasi lebih presisi dibandingkan trackpad konvensional.

Di sektor daya, Asus menyematkan baterai berkapasitas hingga 99,9 Wh, mendekati batas maksimum yang diizinkan untuk dibawa dalam penerbangan internasional.

Kapasitas besar tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas produktivitas dan kreasi konten sepanjang hari tanpa harus terlalu sering mencari sumber listrik.

Harga Masih Dirahasiakan

Meski seluruh spesifikasi utama telah diperkenalkan, Asus masih belum mengumumkan harga resmi untuk ProArt P16 maupun ProArt P14.

Namun melihat spesifikasi yang ditawarkan, mulai dari superchip Nvidia RTX Spark, memori terpadu hingga 128GB, layar OLED premium, hingga kemampuan AI tingkat lanjut, besar kemungkinan kedua laptop ini akan menyasar segmen premium.

Asus dijadwalkan mulai memasarkan perangkat tersebut pada musim gugur 2026. Para profesional kreatif dan penggemar teknologi kini menantikan berapa harga yang harus dibayar untuk membawa pulang salah satu laptop AI paling canggih yang diperkenalkan tahun ini.

Selain memperkenalkan laptop ProArt terbaru, Asus juga meluncurkan monitor esports berukuran 24,5 inci yang menggunakan panel OLED Tandem dengan refresh rate super tinggi mencapai 540Hz dan waktu respons hanya 0,02 ms, menandai komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi di berbagai kategori perangkat.