ASUS ExpertCenter P200 AiO Resmi Meluncur, PC All-in-One Ryzen untuk Kantor Modern
- asus
Selain varian tersebut, perusahaan juga menyediakan opsi Ryzen 3 seri 30 serta Athlon Silver 10 untuk pengguna yang memiliki kebutuhan komputasi lebih ringan.
Meski bukan perangkat yang ditujukan untuk tugas berat seperti rendering video atau pengembangan grafis tingkat lanjut, performa yang ditawarkan sudah lebih dari cukup untuk aplikasi perkantoran, pengelolaan data, browsing, hingga konferensi daring.
Dukungan RAM LPDDR5X hingga 16GB juga menjadi nilai tambah. Teknologi memori terbaru ini menawarkan kecepatan lebih tinggi dan konsumsi daya lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.
Sementara untuk penyimpanan, ASUS membekali perangkat ini dengan SSD PCIe 4.0 berkapasitas hingga 512GB. Kehadiran SSD generasi terbaru tersebut memungkinkan proses booting sistem, membuka aplikasi, dan transfer data berlangsung lebih cepat.
Tata Letak Port Dirancang Lebih Rapi
Salah satu keunggulan yang ditawarkan ExpertCenter P200 AiO adalah pengaturan port yang dibuat untuk memudahkan manajemen kabel.
Pada bagian samping tersedia port USB-C 3.2 dan jack audio 3,5 mm. Posisi ini memudahkan pengguna ketika ingin menghubungkan perangkat sementara seperti flashdisk, headset, atau penyimpanan eksternal.
Sementara itu, bagian belakang difokuskan untuk koneksi permanen yang jarang dilepas-pasang. Di area tersebut tersedia:
- 1 port USB-A 3.2
- 2 port USB-A 2.0
- Port Ethernet RJ45
- Port HDMI 2.1
Kehadiran HDMI 2.1 memungkinkan pengguna menghubungkan monitor tambahan sehingga area kerja menjadi lebih luas dan produktif.
Untuk konektivitas nirkabel, ASUS sudah menyematkan dukungan Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.4 yang menawarkan koneksi lebih stabil, cepat, serta efisien dibanding generasi sebelumnya.
Fokus pada Keamanan Kelas Bisnis
Sebagai perangkat yang ditujukan untuk lingkungan perusahaan, aspek keamanan menjadi perhatian utama ASUS.
ExpertCenter P200 AiO dibekali chip TPM (Trusted Platform Module) terpisah yang berfungsi untuk mendukung enkripsi perangkat keras. Teknologi ini membantu melindungi data penting perusahaan dari berbagai potensi ancaman keamanan.
Selain itu, perangkat juga menggunakan BIOS yang telah memenuhi standar NIST SP 800-155. Standar tersebut dikenal sebagai salah satu acuan keamanan yang banyak digunakan dalam sektor bisnis dan pemerintahan.
Dengan kombinasi tersebut, perusahaan dapat memperoleh lapisan perlindungan tambahan terhadap data sensitif maupun akses tidak sah.