Steam Deck OLED Tembus Rp14 Juta! Apa yang Bikin Harganya Melejit?
- Steam
2. Tekanan Upgrade Paksa
Developer mulai menghentikan dukungan untuk konsol generasi lama. Contohnya, Call of Duty: Warzone kini fokus hanya pada hardware terbaru. Pemain yang masih menggunakan PS4 atau Xbox One terpaksa mengeluarkan biaya besar untuk tetap relevan.
3. Ketimpangan Akses Global
Di negara berkembang seperti Indonesia, Filipina, atau India, konsol kini menjadi barang mewah bukan lagi hiburan massal. Ini berpotensi menciptakan kesenjangan digital dalam budaya gaming.
Kesimpulan: Era Gaming Murah Mungkin Telah Berakhir
Steam Deck OLED yang kini menyentuh Rp14–17 juta adalah simbol dari pergeseran struktural dalam industri teknologi. Gaming tidak lagi menjadi hobi yang mudah diakses ia kini bersaing dengan smartphone flagship, laptop premium, dan perangkat AI dalam alokasi anggaran konsumen.
Valve mungkin terpaksa menaikkan harga, tapi janji awal tentang gaming yang inklusif kini goyah. Dan jika tren ini berlanjut, kita mungkin akan melihat generasi gamer yang lebih kecil, lebih kaya, dan lebih eksklusif sebuah ironi di era di mana game seharusnya lebih universal dari sebelumnya.
Satu hal pasti: 2026 bukan tahun yang mudah untuk menjadi gamer. Tapi dengan strategi cerdas dan kesabaran, Anda masih bisa menikmati dunia digital tanpa harus menguras tabungan.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |