Microsoft Rilis Chip Majorana 2, Komputer Kuantum Praktis Tahun 2029!
- microsoft
Gadget – Pada Rabu, 3 Juni 2026, dalam gelaran tahunan Microsoft Build, raksasa teknologi asal Redmond ini mengumumkan terobosan besar di dunia komputasi kuantum: chip Majorana 2. Sebagai penerus dari Majorana 1 yang diluncurkan Februari 2025, chip ini bukan sekadar iterasi melainkan lompatan kuantum dalam desain material, stabilitas qubit, dan visi jangka panjang Microsoft untuk mewujudkan komputer kuantum praktis pada tahun 2029.
Dengan dukungan platform AI bernama Discovery, pengembangan Majorana 2 memadukan kekuatan kecerdasan buatan dan rekayasa material canggih untuk mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam komputasi kuantum: kerentanan qubit terhadap gangguan eksternal.
Artikel ini mengupas tuntas inovasi material, peningkatan performa, roadmap komersial, serta implikasi revolusioner dari chip yang bisa menjadi fondasi masa depan teknologi kuantum.
Apa Itu Qubit dan Mengapa Stabilitasnya Sangat Penting?
Sebelum membahas Majorana 2, penting memahami qubit unit dasar informasi dalam komputasi kuantum. Berbeda dengan bit klasik yang hanya bernilai 0 atau 1, qubit bisa berada dalam superposisi (0 dan 1 sekaligus) dan terjerat (entangled) dengan qubit lain, memungkinkan pemrosesan data eksponensial.
Namun, kekuatan ini juga menjadi kelemahannya: qubit sangat rapuh. Gangguan sekecil apapun dari suhu, medan magnet, hingga radiasi kosmik bisa menyebabkan dekoherensi, yaitu hilangnya informasi kuantum dalam hitungan mikrodetik.
Oleh karena itu, meningkatkan masa pakai dan keandalan qubit adalah kunci utama menuju komputer kuantum yang berguna secara nyata.
Terobosan Material: Dari Aluminium ke Timbal, Indium Arsenide, dan Antimonide
Menurut Chetan Nayak, Technical Fellow sekaligus Corporate VP Quantum Hardware Microsoft, Majorana 2 hadir dengan desain material yang benar-benar baru:
- Superkonduktor: Mengganti aluminium (pada Majorana 1) dengan timbal (lead)
- Semikonduktor aktif: Kini menggunakan kombinasi indium arsenide (InAs) dan indium arsenide antimonide (InAsSb)
Perubahan ini bukan sekadar eksperimen melainkan hasil simulasi dan optimasi berbasis AI Discovery, platform internal Microsoft yang dirancang untuk mempercepat penemuan material dan desain perangkat kuantum.
“Perubahan material ini menghasilkan peningkatan kinerja yang signifikan,” tegas Nayak.
Stabilitas Qubit Melonjak: Dari Detik ke Menit
Salah satu pencapaian paling mencengangkan dari Majorana 2 adalah masa pakai qubit: