DJI Terancam! OPPO dan Vivo Siapkan Kamera Saku 200MP, Lebih Gahar dari Osmo Pocket 4
- Oppo
Fitur seperti transfer instan, editing terintegrasi, dan kontrol jarak jauh via smartphone akan menjadi daya tarik utama bagi kreator konten mobile.
Tantangan Terbesar: Bukan Sensor, Tapi Stabilisasi dan Software
Namun, sensor bukan segalanya dalam dunia kamera gimbal.
DJI telah menguasai pasar ini selama lebih dari satu dekade, dengan keunggulan utama pada:
- Algoritma stabilisasi gerak yang matang
- Motor gimbal presisi tinggi
- Ekosistem kreator (DJI Mimo app, preset, kolaborasi dengan YouTuber/profesional)
Sementara itu, OPPO dan Vivo belum pernah merilis perangkat kamera mandiri mereka ahli dalam computational photography di ponsel, tapi belum teruji dalam mechanical stabilization.
Bahkan Insta360 Luna Ultra, yang baru-baru ini diluncurkan dengan sensor 1 inci + telephoto 1/1.3 inci dan rekayasa Leica, dianggap ancaman lebih nyata bagi DJI karena sudah memiliki fondasi software kamera yang kuat.
Pertanyaannya: apakah BBK bisa mengejar ketertinggalan dalam waktu kurang dari setahun?
Timeline Peluncuran: Vivo Lebih Cepat, OPPO Masih Kabur
Menurut laporan terbaru:
- Vivo Pocket: sudah dalam tahap uji coba dengan kreator, target rilis akhir 2026
- OPPO Fuyao: baru dikonfirmasi keberadaannya, belum ada tanggal pasti
Di sisi lain, DJI tidak tinggal diam. Perusahaan asal Shenzhen itu justru meluncurkan dua model sekaligus:
- Osmo Pocket 4 (premium)
- Osmo Pocket 4P (versi lebih terjangkau)
Langkah ini menunjukkan bahwa DJI sudah antisipasi ancaman dari smartphone brand, dan ingin memperkuat posisi sebelum pesaing benar-benar masuk.
Ironi BBK Electronics: Kompetisi Internal atau Strategi Terkoordinasi?
Fakta menarik: OPPO, Vivo, OnePlus, dan Realme semuanya dimiliki oleh BBK Electronics. Meski tim pengembangan mereka beroperasi terpisah, rantai pasok, pemasok komponen, dan strategi korporat tetap terpusat.
Kedua perangkat ini menggunakan sensor yang sama, format yang sama, dan target pasar yang identik. Ini menimbulkan spekulasi:
- Apakah ini kompetisi sehat internal untuk mendorong inovasi?
- Atau justru tumpang tindih strategis yang berisiko memecah sumber daya?
Jika keduanya diluncurkan berdekatan, konsumen mungkin bingung dan DJI bisa memanfaatkan kekacauan tersebut untuk mempertahankan pangsa pasar.