Rp616 Juta untuk HP? Ini Fitur Gila Vertu AlphaFold yang Bikin Melongo
- gsmarena
Gadget – Dunia smartphone kembali dikejutkan oleh kehadiran perangkat yang lebih mirip perhiasan mewah ketimbang alat komunikasi biasa. Vertu, merek ponsel ultra-premium asal Inggris yang sempat bangkrut namun kini bangkit, resmi meluncurkan AlphaFold smartphone lipat pertamanya yang dibanderol hingga Rp616 juta.
Berbeda dari rival seperti Samsung Galaxy Z Fold atau Huawei Mate X, Vertu AlphaFold tidak sekadar mengejar inovasi layar atau kamera. Ia hadir sebagai simbol status, kemewahan ekstrem, dan kecerdasan buatan canggih semua dalam satu perangkat yang bisa dilipat seperti buku.
Dengan material seperti kulit buaya asli, emas 18 karat, dan berlian brilliant cut, serta agen AI bernama Hermes yang mampu mengelola puluhan aplikasi sekaligus, AlphaFold bukan untuk semua orang. Tapi bagi segelintir elite global yang menginginkan teknologi, seni, dan eksklusivitas dalam genggaman, ini adalah mahakarya digital abad ke-21.
Artikel ini mengupas tuntas desain mewah, spesifikasi teknis, fitur AI revolusioner, dan filosofi di balik harga fantastis Vertu AlphaFold.
Desain Mewah: Lebih dari Sekadar Smartphone, Ini Karya Seni
Vertu memperlakukan AlphaFold bukan sebagai produk elektronik massal, melainkan sebagai barang koleksi seni fungsional. Setiap unit dirancang dengan presisi tinggi dan sentuhan tangan para pengrajin mewah.
Material Premium yang Digunakan:
- Kulit Anak Sapi (Calf Skin) – dua pilihan warna, tekstur halus dan tahan lama
- Kulit Buaya Asli (Alligator Skin) – tujuh varian warna eksklusif
- Emas 18 Karat – digunakan pada aksen frame dan tombol fisik
- Berlian Brilliant Cut – warna G, kejernihan VS atau lebih tinggi, dipasang secara manual
Varian paling eksklusif, “Himalaya Alligator Gold”, menggabungkan semua elemen ini dalam satu desain yang nyaris tak tersentuh oleh waktu.
Bagian engsel menggunakan titanium dan liquid metal material yang ringan namun sangat kuat sementara layar lipat dilindungi oleh Ultra Thin Glass (UTG), standar industri untuk ponsel lipat premium.
Detail estetika juga diperhatikan: pola “Clous de Paris” di penutup engsel dibuat melalui ukiran mikro dan finishing manual, teknik yang biasa digunakan dalam pembuatan arloji mewah seperti Patek Philippe atau Audemars Piguet.