Vivo X Fold 6 Tertangkap Kamera, Tampilkan Desain Ramping dan Modul Kamera Besar
- Istimewa
Dari sisi keamanan, bocoran menyebutkan bahwa sensor sidik jari akan kembali ditempatkan di sisi samping perangkat, serupa dengan generasi sebelumnya. Pilihan ini praktis dan memudahkan akses, terutama saat perangkat digunakan dalam keadaan tertutup yang biasanya lebih sering terjadi untuk penggunaan cepat sehari-hari.
Jeroan Flagship dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 dalam kondisi terlipat sebagian memperlihatkan form factor ala buku
- Istimewa
Bicara soal performa, Vivo X Fold 6 dirumorkan akan menjadi salah satu perangkat pertama yang mengadopsi chipset terbaru MediaTek, Dimensity 9500. Dapur pacu ini diharapkan membawa lonjakan performa signifikan, baik untuk produktivitas maupun hiburan, yang merupakan jantung dari pengalaman ponsel lipat premium.
Daya tahannya pun digadang-gadang bakal sangat tangguh. Sebuah baterai berkapasitas 6.900mAh disebut-sebut akan menjadi sumber energinya, menjanjikan waktu pakai yang lebih panjang dan rasa aman bagi pengguna yang aktif.
Untuk urusan fotografi, konfigurasi tiga kamera belakang menjadi andalan. Sebuah sensor utama 200 megapiksel akan ditemani oleh kamera ultra-wide 50 megapiksel serta lensa telefoto periskop 50 megapiksel. Kombinasi ini menjanjikan fleksibilitas tinggi dalam mengabadikan momen, dari pemandangan luas hingga objek jarak jauh.
Ambisi AI Vivo untuk Produktivitas Lipat
Render dugaan Vivo X Fold 6 yang membawa chipset Dimensity 9500
- Istimewa
Bagi Vivo, X Fold 6 bukan sekadar pembaruan perangkat keras. Mereka memposisikan ponsel ini sebagai perangkat AI paling canggih yang dirancang untuk mendobrak batasan produktivitas. Fase selanjutnya dari ponsel lipat, menurut Vivo, terpusat pada alur kerja berbasis AI dan kemampuan multitasking yang mulus.
Vivo telah memastikan bahwa X Fold 6 akan berjalan dengan antarmuka OriginOS 6 Fold. Fitur andalannya adalah Atomic Workbench yang telah ditingkatkan, yang memungkinkan pengguna menjalankan beberapa aplikasi dalam satu ruang kerja terfokus. Ini dirancang untuk mengurangi repotnya berpindah-pindah aplikasi, menjadikan layar lebar ponsel lipat terasa lebih fungsional.
Lebih dari itu, mode Atomic Workbench baru, asisten AI yang lebih pintar, dan optimasi multitasking yang lebih dalam juga telah digoda oleh perusahaan. Semua ini adalah upaya untuk menjadikan X Fold 6 sebagai alat kerja yang sesungguhnya, bukan hanya sekadar layar yang bisa dilipat.