Garmin Fenix Berhasil Diakali, Kini Bisa Baca Metrik Efisiensi Lari Eksternal

G‌armin Fenix Berhasil Diakali, Kini Bisa Baca M‌etrik Efisiensi Lari Eksternal
Sumber :
  • Garmin

Gadget – Jam tangan lari kelas atas biasanya mengunci fitur metrik lanjutannya hanya untuk aksesori resmi. Garmin Fenix, yang di pasaran Indonesia dikenal sebagai jam multisport premium, punya ekosistem tertutup yang membuat pengguna tidak bisa sembarangan memasangkan sensor pihak ketiga. Namun, seorang programmer berhasil mendobrak batasan itu.

img_title Wearable Terbaik 2025: Dari Galaxy Watch, Garmin, Hingga Xiaomi!
  • Programmer Sam Dumont mengirim data metrik efisiensi lari ke Garmin Fenix memakai chip ESP32 dan nRF52832.
  • Jam tangan mendeteksi sinyal tersebut persis seperti data dari sensor asli Garmin, lengkap dengan ground contact time dan osilasi vertikal.
  • Proyek ini mengandalkan bantuan AI Claude untuk menelusuri protokol Bluetooth Low Energy yang sebelumnya tertutup.
  • Kode sumber dibagikan lewat GitHub, membuka pintu bagi pengembang aksesori lari buatan sendiri.

Sinyal Palsu yang Disangka Sensor Resmi

img_title Bingung Pilih Smartwatch? Ini 5 Merek yang Paling Worth It dan Bisa Diandalkan!

Yang dilakukan Dumont sederhana secara konsep, tapi brilian dalam eksekusinya. Ia memprogram chip ESP32 atau nRF52832 agar mengirimkan paket data Bluetooth yang formatnya identik dengan sensor lari Garmin. Ketika jam Fenix menerima data itu, perangkat langsung menampilkan angka ground contact time dan vertical oscillation, dua metrik penting untuk menilai efisiensi gerak pelari.

Biasanya, metrik semacam ini hanya bisa muncul jika kamu membeli pod kaki atau aksesori Garmin yang resmi dan harganya tidak murah. Dengan trik ini, jam tangan mengira sedang membaca data dari perangkat keras asli, meski sebenarnya datang dari papan pengembangan murah.

img_title Tampil Stylish dan Kekinian Dengan 9 Smartwacth Paling Rekomended ini

Sampel data yang dipakai memang masih berupa angka statis, bukan hasil pengukuran sensor sungguhan. Namun, bukti konsep ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa tembok ekosistem tertutup Garmin tidak sepenuhnya kedap suara.

Claude, Teman Ngoding yang Kritis

Menariknya, Dumont tidak mengerjakan semuanya sendirian dari nol. Dalam sejumlah unggahan di Reddit dan blog pribadinya, ia mengaku memanfaatkan kecerdasan buatan Claude sebagai rekan teknis. Saat menemui kebuntuan dalam membongkar komunikasi Bluetooth Low Energy, ia melempar ide ke Claude dan mendapatkan sudut pandang baru yang kerap kritis.

Dumont sendiri mengaku tidak punya keahlian mendalam di bidang reverse engineering. Namun, pengalamannya bermain dengan platform Garmin sejak 2020 memberi bekal cukup untuk memahami arah percakapan dengan AI. "Claude seperti kolega yang paham teknis, bisa menguji gagasanmu dan menawarkan pendekatan berbeda. Tapi pemahaman dasar teknologi tetap wajib," ujarnya.

Cara ini menggambarkan bagaimana pemrogram masa kini bisa menggunakan AI untuk mempercepat eksplorasi tanpa harus menjadi pakar di segala bidang. Perlahan tapi pasti, rasa penasaran yang dibantu mesin membuka celah inovasi yang selama ini hanya dinikmati pabrikan besar.

Peluang untuk Kreasi Sensor Lokal

Kode lengkap proyek ini sudah tersedia di GitHub, lengkap dengan dokumentasi perjalanan pengembangan. Bagi komunitas maker di Indonesia, ini bisa menjadi titik awal untuk menciptakan sensor lari murah yang kompatibel dengan jam Garmin tanpa harus membeli pod original.

Bayangkan sebuah ekosistem di mana pelari bisa merakit sendiri alat pemantau teknik lari, lalu menyambungkannya ke Fenix yang sudah mereka miliki. Data seperti waktu kontak kaki dengan tanah dan seberapa tinggi tubuh melambung saat berlari bisa langsung tampil di pergelangan tangan, tanpa biaya aksesori tambahan yang mahal.

Tentu saja, proyek ini masih berada di ranah eksperimen. Belum ada jaminan stabilitas, akurasi, atau kemudahan pemakaian bagi konsumen umum. Akan tetapi, langkah awal Dumont membuktikan bahwa kreativitas komunitas bisa melampaui pagar yang dipasang oleh merek sekaliber Garmin.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram @gadgetvivacoid
Facebook Gadget VIVA.co.id
X (Twitter) @gadgetvivacoid
Whatsapp Channel Gadget VIVA
Google News Gadget