Galaxy Watch Ultra 2 Bawa Baterai 35% Lebih Besar & Chipset Lebih Hemat!
- Samsung
Gadget – Bagi pengguna aktif yang mengandalkan smartwatch untuk pelacakan olahraga, navigasi GPS, hingga notifikasi sepanjang hari, daya tahan baterai sering kali menjadi titik lemah utama meski pada perangkat premium seperti Galaxy Watch Ultra. Namun, kabar terbaru dari dunia teknologi membawa angin segar: Galaxy Watch Ultra 2 diprediksi akan menjawab keluhan ini dengan lompatan besar dalam kapasitas baterai dan efisiensi chip.
Menurut laporan eksklusif dari Sammobile, generasi kedua dari jam tangan flagship Samsung ini akan dilengkapi baterai berkapasitas 784 mAh, yang kemungkinan besar akan dipasarkan sebagai “sekitar 800 mAh”. Angka ini mencerminkan peningkatan sekitar 35% dibanding baterai Galaxy Watch Ultra generasi pertama yang hanya berkapasitas 590 mAh.
Namun, peningkatan daya tahan bukan hanya soal kapasitas. Yang lebih menarik, Galaxy Watch Ultra 2 dikabarkan akan meninggalkan chipset Exynos W1000 dan beralih ke Qualcomm Snapdragon Wear Elite chipset anyar yang dirancang khusus untuk perangkat wearable kelas atas. Kombinasi baterai lebih besar dan arsitektur chip lebih hemat bisa menjadikan Ultra 2 sebagai smartwatch Android pertama yang benar-benar menawarkan performa multi-hari tanpa kompromi.
Artikel ini mengupas tuntas bocoran spesifikasi, implikasi teknis, perbandingan dengan generasi sebelumnya, serta dampaknya bagi pengguna sehari-hari.
Lompatan Baterai 35%: Apa Artinya dalam Penggunaan Nyata?
Kenaikan dari 590 mAh ke 784 mAh memang terdengar teknis, tetapi dampaknya sangat nyata:
Penggunaan GPS intensif (seperti hiking atau lari maraton) yang biasanya menguras baterai dalam 8–10 jam kini bisa bertahan lebih dari 12 jam.
Fitur Always-On Display (AOD) bisa diaktifkan sepanjang hari tanpa khawatir baterai habis sebelum malam.
Mode multi-day (2–3 hari) menjadi lebih realistis, terutama jika pengguna tidak terlalu sering menerima notifikasi atau menggunakan sensor terus-menerus.
Meski Samsung belum mengonfirmasi angka ketahanan resmi, peningkatan 35% pada baterai smartwatch yang ruang internalnya sangat terbatas merupakan terobosan signifikan dalam desain rekayasa perangkat wearable.
Snapdragon Wear Elite: Chipset Baru yang Lebih Cerdas dan Hemat Daya
Selain baterai, perubahan paling strategis adalah perpindahan dari Exynos ke Snapdragon. Ini menandai pergeseran besar dalam strategi Samsung, yang selama ini mengandalkan chipset buatan sendiri untuk seri Galaxy Watch.
Snapdragon Wear Elite, yang juga dibangun di atas proses fabrikasi 3nm (sama seperti Exynos W1000), menawarkan keunggulan krusial:
- Arsitektur lebih efisien untuk beban kerja ringan hingga sedang
- Neural Processing Unit (NPU) berdaya rendah untuk AI lokal seperti deteksi aktivitas otomatis atau analisis tidur tanpa mengganggu CPU utama
- Optimasi termal lebih baik, mengurangi throttling saat digunakan dalam cuaca panas atau aktivitas berat
Menurut sumber industri, NPU khusus ini memungkinkan fitur seperti pelacakan detak jantung adaptif atau prediksi stres emosional berjalan di latar belakang dengan konsumsi daya minimal sesuatu yang sulit dicapai oleh Exynos W1000.
Kapan Rilis? Dan Apa yang Masih Jadi Tanda Tanya
Meski bocoran ini sangat meyakinkan, Samsung belum memberikan konfirmasi resmi. Berdasarkan pola peluncuran sebelumnya, Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9 diperkirakan debut pada akhir 2026, kemungkinan besar bersamaan dengan seri Galaxy Z Fold/Flip terbaru di ajang Samsung Unpacked.
Beberapa hal yang masih perlu diamati:
- Apakah antarmuka One UI Watch 7 akan dioptimalkan untuk memanfaatkan efisiensi Snapdragon?
- Bagaimana kompatibilitas dengan ekosistem non-Samsung, terutama setelah beralih ke chipset Qualcomm?
- Apakah desain Ultra 2 akan berubah untuk menampung baterai lebih besar atau apakah Samsung berhasil memadatkannya tanpa mengorbankan kenyamanan?
- Mengapa Ini Penting bagi Masa Depan Smartwatch?
Industri smartwatch sedang berada di persimpangan:
- Apple Watch tetap fokus pada integrasi ekosistem, meski baterainya hanya tahan 18–36 jam.
- Garmin dan Coros unggul di ketahanan baterai, tapi kurang dalam aplikasi dan gaya hidup digital.
- Samsung ingin menggabungkan keduanya: performa premium + ketahanan multi-hari.
Jika Galaxy Watch Ultra 2 berhasil mewujudkan janji ini, ia bisa menjadi pilihan utama bagi atlet, traveler, dan profesional mobile yang menolak berkompromi baik dalam fitur maupun daya tahan.
Kesimpulan: Upgrade yang Layak Dinanti
Galaxy Watch Ultra 2 tampaknya bukan sekadar refresh tahunan. Dengan baterai 35% lebih besar, chipset Snapdragon Wear Elite yang lebih cerdas, dan optimasi perangkat lunak yang matang, Samsung berpotensi menciptakan smartwatch Android terbaik sepanjang masa.
Bagi pemilik Galaxy Watch Ultra generasi pertama, peningkatan ini mungkin cukup meyakinkan untuk melakukan upgrade. Dan bagi yang masih ragu antara Apple Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch Ultra, versi 2026 ini bisa menjadi game changer.
Satu hal pasti: masa depan smartwatch bukan hanya tentang layar lebih besar atau sensor lebih banyak tapi tentang baterai yang akhirnya bisa diandalkan sepanjang petualangan Anda.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |