Jangan Beli HP Baru Sebelum Mengecek 5 Fitur Penting Ini
3. Jenis Sensor Kamera, Bukan Sekadar Megapixel
Jangan mudah terkecoh dengan angka 50 MP, 108 MP, atau bahkan 200 MP pada brosur penjualan. Resolusi besar tidak otomatis menghasilkan foto yang bagus jika ukuran sensor fisiknya kecil dan pemrosesan gambarnya buruk.
Hal yang lebih penting untuk dicek adalah keberadaan fitur Optical Image Stabilization (OIS) pada kamera utama. OIS berfungsi untuk meredam getaran tangan saat memotret atau merekam video. Fitur ini sangat krusial saat Anda mengambil foto di kondisi minim cahaya (low light) agar hasilnya tetap tajam dan tidak kabur. Selain itu, periksa juga kualitas lensa pendukung seperti ultrawide, daripada memilih HP yang memiliki banyak kamera belakang namun hanya berupa sensor depth atau makro 2 MP yang jarang digunakan.
4. Kecepatan Pengisian Daya dan Efisiensi Chipset
Kapasitas baterai besar seperti 5.000 mAh saat ini sudah menjadi standar umum. Namun, kapasitas besar tanpa didukung pengisian daya cepat (fast charging) yang memadai hanya akan membuang waktu Anda di dekat stopkontak. Carilah ponsel yang minimal mendukung pengisian daya 33 Watt ke atas, sehingga Anda tidak perlu menunggu berjam-jam hanya untuk mengisi baterai dari kondisi kosong.
Di sisi lain, daya tahan baterai juga sangat dipengaruhi oleh efisiensi fabrikasi chipset (prosesor). Chipset dengan arsitektur fabrikasi yang lebih kecil (misalnya 4nm atau 6nm) cenderung lebih hemat daya dan tidak mudah panas saat digunakan untuk tugas-tugas berat, dibandingkan dengan chipset generasi lama.
5. Jenis Penyimpanan Internal (UFS vs eMMC)
Kapasitas penyimpanan sebesar 128 GB atau 256 GB memang terlihat luas, tetapi Anda wajib memeriksa teknologi di baliknya. Hindari membeli ponsel yang masih menggunakan jenis penyimpanan eMMC di tahun ini, terutama untuk kelas harga menengah ke atas.
Pastikan ponsel pilihan Anda sudah menggunakan teknologi Universal Flash Storage (UFS), minimal versi UFS 2.2 atau UFS 3.1. Kecepatan baca dan tulis data pada UFS jauh lebih tinggi daripada eMMC. Pengaruhnya akan sangat terasa pada kecepatan saat membuka aplikasi, proses instalasi, pemindahan file besar, hingga performa keseluruhan sistem yang terasa jauh lebih responsif tanpa lag.