Dari iPhone 8 Langsung ke X, Kenapa Apple Lewati Nomor 9?
- Apple
Kalimat ini merupakan pun (permainan kata):
- “7 8 9” dibaca sebagai “seven ate nine” → “tujuh memakan sembilan”.
- Kata “ate” (memakan) terdengar seperti “eight” (delapan).
Ini adalah cara Microsoft secara humoris menjelaskan bahwa mereka sengaja melewatkan angka 9 untuk menekankan bahwa Windows 10 adalah lompatan besar, bukan sekadar pembaruan minor.
Apple diduga menerapkan logika serupa tapi dengan sentuhan lebih elegan dan simbolis.
iPhone X: Bukan iPhone 10, Tapi Edisi Revolusioner
Jika Apple menamai perangkat tersebut iPhone 10, maka konsumen yang membeli iPhone 8 (yang dirilis bersamaan) akan langsung merasa ketinggalan zaman. Bayangkan:
“Saya baru beli iPhone 8, tapi sudah ada iPhone 10?!”
Hal ini bisa menurunkan penjualan iPhone 8, yang masih menjadi andalan Apple untuk segmen menengah saat itu.
Dengan memberi nama iPhone X, Apple berhasil:
- Menjaga harga diri pembeli iPhone 8
- Menempatkan iPhone X sebagai produk spesial, bukan sekadar generasi berikutnya
- Menciptakan narasi bahwa ini adalah revolusi, bukan evolusi
Dan memang, iPhone X membawa lompatan besar:
- Desain layar penuh tanpa tombol home
- Pengenalan Face ID menggantikan Touch ID
- Material stainless steel premium
- Notch pertama dalam sejarah iPhone
Ini bukan sekadar “iPhone versi 10” ini adalah awal era baru.
Apakah iPhone SE (2020) Itu iPhone 9 yang “Disembunyikan”?
Banyak analis dan media menyebut iPhone SE generasi kedua (2020) sebagai “iPhone 9 yang sebenarnya”. Alasannya:
- Desain mirip iPhone 8 (layar LCD, tombol home)
- Harga terjangkau (~$399)
- Chip A13 Bionic (setara iPhone 11)
- Target pasar menengah
Namun, Apple sengaja tidak menyebutnya iPhone 9. Mengapa?
Karena brand “SE” (Special Edition) sudah mapan sejak 2016. Dengan menggunakan nama SE, Apple:
- Menghindari kebingungan penamaan
- Menjaga konsistensi lini produk
- Tetap membedakan antara “revolusioner” (X/Pro) dan “terjangkau” (SE)
Jadi, meski secara fungsi mirip apa yang diharapkan dari iPhone 9, Apple memilih jalur branding yang lebih aman dan strategis.
Kesimpulan: Bukan Kelalaian, Tapi Strategi Genius
Apple tidak merilis iPhone 9 bukan karena lupa, bukan karena kesalahan, dan bukan karena takut angka sial. Ini adalah keputusan pemasaran yang sangat terukur, didukung oleh:
- Pertimbangan psikologis konsumen
- Filosofi branding Apple
- Preseden industri (seperti Windows 10)
- Momentum perayaan 10 tahun iPhone