Dari iPhone 8 Langsung ke X, Kenapa Apple Lewati Nomor 9?

Dari iPhone 8 Langsung ke X, Kenapa Apple Lewati Nomor 9?
Sumber :
  • Apple

Gadget – Sejak pertama kali diperkenalkan oleh Steve Jobs pada 2007, iPhone telah menjadi ikon teknologi global yang tak tergoyahkan. Dalam perjalanannya selama hampir dua dekade, Apple telah merilis puluhan model iPhone, mulai dari generasi pertama hingga seri terbaru seperti iPhone 16 dan iPhone 17. Namun, di tengah deretan angka yang tampak sistematis, ada satu keganjilan mencolok: Apple tidak pernah merilis iPhone 9.

img_title iPhone Ultra Terungkap: iPhone Lipat Pertama Apple Setebal 4,5mm!

Fakta ini sering memicu tanda tanya bahkan di kalangan penggemar setia Apple (Apple Fanboys). Bagaimana mungkin sebuah perusahaan yang dikenal detail dan perfeksionis bisa “lupa” merilis nomor urut berikutnya? Apakah ini kesalahan? Atau justru bagian dari strategi pemasaran cerdas yang direncanakan bertahun-tahun sebelumnya?

Artikel ini mengupas tuntas misteri ketiadaan iPhone 9, mulai dari konteks peluncuran iPhone X pada 2018, paralel dengan keputusan Microsoft melewatkan Windows 9, hingga filosofi simbolik Apple dalam menggunakan huruf “X” sebagai penanda revolusi produk.

img_title Donald Trump Pede Sebut Intel dan Apple Sepakat Bikin Chip Nasional AS

Chronology: Dari iPhone 8 Langsung ke iPhone X

Mari kita mundur ke tahun 2017–2018, masa penting dalam sejarah iPhone.

img_title Dulu Mahal, Kini Ditinggalkan! Apple Watch Ini Tak Bisa Pakai Siri AI Terbaru
  • September 2017: Apple meluncurkan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus kelanjutan logis dari iPhone 7, dengan desain kaca, pengisian nirkabel, dan chip A11 Bionic.
  • November 2017: Apple juga merilis iPhone X (dibaca “iPhone Ten”) sebagai bagian dari perayaan 10 tahun kehadiran iPhone.

Perhatikan: tidak ada iPhone 9 di antara keduanya.

Pada 2018, banyak yang menantikan iPhone 9 sebagai penerus iPhone 8. Namun, Apple justru fokus pada iPhone XS, XS Max, dan XR semua turunan dari desain iPhone X. Rumor tentang iPhone 9 kembali menguat menjelang 2020, tetapi yang muncul adalah iPhone SE (generasi kedua), yang secara teknis adalah “iPhone 9 dalam penyamaran”.

Jadi, iPhone 9 tidak pernah eksis sebagai nama resmi dan itu bukan kecelakaan.

Paralel dengan Microsoft: Windows 9 yang “Dimakan” oleh Windows 8

Untuk memahami keputusan Apple, kita perlu melihat preseden serupa di industri teknologi: Microsoft dan Windows 9.

Setelah Windows 7 dan Windows 8, Microsoft langsung melompat ke Windows 10 pada 2015. Mengapa?
Saat itu, Joe Belfiore, Head of Windows, tampil di konferensi Microsoft Build mengenakan kaos bertuliskan dalam kode biner:
“Windows 10, because 7 8 9”

Kalimat ini merupakan pun (permainan kata):

  • “7 8 9” dibaca sebagai “seven ate nine” → “tujuh memakan sembilan”.
  • Kata “ate” (memakan) terdengar seperti “eight” (delapan).

Ini adalah cara Microsoft secara humoris menjelaskan bahwa mereka sengaja melewatkan angka 9 untuk menekankan bahwa Windows 10 adalah lompatan besar, bukan sekadar pembaruan minor.

Apple diduga menerapkan logika serupa tapi dengan sentuhan lebih elegan dan simbolis.

iPhone X: Bukan iPhone 10, Tapi Edisi Revolusioner

Jika Apple menamai perangkat tersebut iPhone 10, maka konsumen yang membeli iPhone 8 (yang dirilis bersamaan) akan langsung merasa ketinggalan zaman. Bayangkan:
“Saya baru beli iPhone 8, tapi sudah ada iPhone 10?!”

Hal ini bisa menurunkan penjualan iPhone 8, yang masih menjadi andalan Apple untuk segmen menengah saat itu.
Dengan memberi nama iPhone X, Apple berhasil:

  • Menjaga harga diri pembeli iPhone 8
  • Menempatkan iPhone X sebagai produk spesial, bukan sekadar generasi berikutnya
  • Menciptakan narasi bahwa ini adalah revolusi, bukan evolusi

Dan memang, iPhone X membawa lompatan besar:

  • Desain layar penuh tanpa tombol home
  • Pengenalan Face ID menggantikan Touch ID
  • Material stainless steel premium
  • Notch pertama dalam sejarah iPhone

Ini bukan sekadar “iPhone versi 10” ini adalah awal era baru.

Apakah iPhone SE (2020) Itu iPhone 9 yang “Disembunyikan”?

Banyak analis dan media menyebut iPhone SE generasi kedua (2020) sebagai “iPhone 9 yang sebenarnya”. Alasannya:

  • Desain mirip iPhone 8 (layar LCD, tombol home)
  • Harga terjangkau (~$399)
  • Chip A13 Bionic (setara iPhone 11)
  • Target pasar menengah

Namun, Apple sengaja tidak menyebutnya iPhone 9. Mengapa?

Karena brand “SE” (Special Edition) sudah mapan sejak 2016. Dengan menggunakan nama SE, Apple:

  • Menghindari kebingungan penamaan
  • Menjaga konsistensi lini produk
  • Tetap membedakan antara “revolusioner” (X/Pro) dan “terjangkau” (SE)

Jadi, meski secara fungsi mirip apa yang diharapkan dari iPhone 9, Apple memilih jalur branding yang lebih aman dan strategis.

Kesimpulan: Bukan Kelalaian, Tapi Strategi Genius

Apple tidak merilis iPhone 9 bukan karena lupa, bukan karena kesalahan, dan bukan karena takut angka sial. Ini adalah keputusan pemasaran yang sangat terukur, didukung oleh:

  • Pertimbangan psikologis konsumen
  • Filosofi branding Apple
  • Preseden industri (seperti Windows 10)
  • Momentum perayaan 10 tahun iPhone

Dengan menamai perangkat revolusioner itu iPhone X, Apple berhasil menciptakan dua narasi sekaligus:

  • iPhone 8 = pilihan praktis dan terjangkau
  • iPhone X = masa depan yang sudah tiba

Dan di tengah keduanya, iPhone 9 sengaja dikosongkan sebagai ruang simbolis bagi transisi dari masa lalu ke masa depan.

Jadi, jika Anda pernah bertanya, “Di mana iPhone 9?” jawabannya sederhana:
Ia tidak hilang. Ia sengaja tidak diciptakan, agar iPhone X bisa bersinar sendiri.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget