Bocoran iQOO Neo 11S: Dimensity 9500s, Baterai 8.000mAh dan Layar 2K 144Hz
- iQoo
iQOO dikabarkan tengah mempersiapkan smartphone baru yang akan menyasar segmen pengguna pencinta performa tinggi. Perangkat tersebut diyakini sebagai iQOO Neo 11S, penerus dari seri Neo yang selama ini dikenal menawarkan spesifikasi kelas atas dengan harga yang lebih ramah di kantong dibandingkan ponsel flagship premium.
Menjelang peluncurannya, sejumlah informasi penting mengenai perangkat ini mulai beredar di dunia maya. Bocoran terbaru yang berasal dari tipster ternama Digital Chat Station mengungkap beberapa spesifikasi utama yang diprediksi menjadi daya tarik utama iQOO Neo 11S.
Meski pihak iQOO masih belum memberikan konfirmasi resmi, berbagai informasi yang muncul menunjukkan bahwa peluncuran perangkat tersebut kemungkinan sudah semakin dekat.
Diperkirakan Meluncur pada Musim Panas Tahun Ini
Menurut informasi yang dibagikan Digital Chat Station, iQOO sedang mengembangkan smartphone baru yang berfokus pada performa tinggi. Perangkat tersebut disebut akan diperkenalkan pada musim liburan musim panas di Tiongkok.
Karena bulan Juni sudah hampir berakhir, banyak pihak memperkirakan peluncuran resminya akan berlangsung pada Juli atau Agustus mendatang. Walaupun nama perangkat tidak disebutkan secara langsung, sejumlah pengamat industri meyakini bahwa smartphone yang dimaksud adalah iQOO Neo 11S.
Prediksi tersebut cukup masuk akal mengingat iQOO Neo 11 telah lebih dahulu diperkenalkan di pasar Tiongkok pada November 2025. Kehadiran varian "S" biasanya menjadi strategi iQOO untuk menghadirkan peningkatan spesifikasi tanpa harus menunggu generasi berikutnya.
Mengandalkan Chipset Dimensity 9500s
Salah satu bocoran yang paling menarik perhatian adalah penggunaan chipset terbaru dari MediaTek. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa perangkat ini akan memakai versi khusus dari Dimensity 9500 yang memiliki penyesuaian pada kecepatan clock.
Chip tersebut diperkirakan akan dipasarkan dengan nama Dimensity 9500s. Walaupun mengalami sedikit penurunan kecepatan dibandingkan versi standar, performanya disebut tetap sangat kompetitif dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna yang gemar bermain game maupun menjalankan aplikasi berat.
Strategi penggunaan chipset versi khusus seperti ini bukanlah hal baru di industri smartphone. Produsen biasanya melakukan optimasi untuk menjaga keseimbangan antara performa, efisiensi daya, serta suhu perangkat agar tetap stabil dalam penggunaan jangka panjang.