HMD Asha 305 Muncul di Sertifikasi, Penerus Modern Nokia Asha Hadir dengan 4G
- hmd
Kehadiran modem LTE menjadi salah satu petunjuk paling penting dari sertifikasi tersebut. Artinya, HMD Asha 305 bukan hanya mengandalkan nostalgia, tetapi juga menghadirkan peningkatan yang benar-benar dibutuhkan pengguna modern.
Jika melihat strategi HMD selama beberapa tahun terakhir, perangkat baru ini kemungkinan besar akan mengusung konsep yang serupa dengan HMD Touch 4G yang diperkenalkan pada penghujung 2025.
HMD Touch 4G sendiri hadir sebagai ponsel layar sentuh mungil dengan panel QVGA berukuran 3,2 inci. Perangkat ini ditenagai chipset Unisoc T127 yang dirancang untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari dengan konsumsi daya yang sangat hemat.
Spesifikasinya memang sederhana. Ponsel tersebut hanya memiliki RAM 64 MB dan penyimpanan internal 128 MB. Namun, kapasitas tersebut masih dapat diperluas menggunakan kartu microSD sehingga pengguna tetap memiliki ruang tambahan untuk menyimpan berbagai file.
Di sektor kamera, HMD Touch 4G mengandalkan kamera belakang 2 MP yang dilengkapi lampu kilat LED serta kamera depan VGA. Meski bukan ditujukan untuk fotografi serius, konfigurasi tersebut dinilai cukup untuk dokumentasi sederhana maupun panggilan video ringan.
Perangkat ini juga sudah mendukung dual SIM, Bluetooth 5.0, port USB Type-C, serta baterai berkapasitas 1.950 mAh yang dapat dilepas. Menariknya lagi, bobotnya hanya sekitar 100 gram sehingga sangat ringan ketika dimasukkan ke dalam saku.
Tak hanya itu, HMD Touch 4G juga memiliki sertifikasi IP52 yang memberikan perlindungan terhadap debu dan percikan air. Dengan konsumsi daya yang rendah, perangkat tersebut mampu menawarkan daya tahan baterai yang cukup lama untuk penggunaan harian.
Melihat spesifikasi tersebut, banyak pihak memperkirakan HMD Asha 305 akan mengusung pendekatan yang hampir sama. Fokus utamanya bukan mengejar performa tinggi, melainkan menghadirkan pengalaman penggunaan yang sederhana, praktis, dan bebas dari berbagai gangguan yang biasa ditemukan pada smartphone modern.
Konsep seperti ini justru mulai kembali diminati. Di tengah semakin tingginya intensitas penggunaan media sosial dan berbagai aplikasi digital, sebagian orang memilih menggunakan feature phone sebagai perangkat kedua. Tujuannya adalah untuk mengurangi distraksi sekaligus tetap dapat melakukan komunikasi penting.