OxygenOS & Realme UI Mati-Semua HP OnePlus dan Realme Kini Pakai ColorOS!
- Realme UI
Gadget – Setelah bertahun-tahun menjadi identitas utama yang membedakan OnePlus dari kompetitor OxygenOS kini mati. Demikian pula Realme UI, antarmuka yang selama ini menjadi ciri khas brand Realme. Menurut laporan eksklusif dari Smartprix yang mengutip sumber industri terpercaya Yogesh Brar, Oppo secara permanen menghentikan kedua sistem operasi tersebut.
Mulai sekarang, semua perangkat OnePlus dan Realme di seluruh dunia akan menjalankan ColorOS tanpa pengecualian. Tidak ada timeline resmi. Tidak ada pengumuman publik dari Oppo. Namun, bukti-bukti di lapangan sudah berbicara lebih keras daripada siaran pers.
Artikel ini mengupas kematian perlahan OxygenOS, nasib Realme UI, implikasi bagi pengguna global, serta pertanyaan terbesar yang belum terjawab: apakah ColorOS akan membawa iklan ke perangkat OnePlus?
Akhir dari Janji “Bersih, Cepat, Tanpa Iklan”
Sejak 2014, OxygenOS menjadi daya tarik utama OnePlus. Antarmuka ini dikenal karena:
- Desain minimalis ala stok Android
- Performa ringan dan responsif
- Tanpa iklan dan bloatware
Janji itu ditegaskan kembali oleh Pete Lau pada 2021, saat ia menjabat sebagai Chief Product Officer untuk OnePlus dan Oppo sekaligus. Saat itu, ia menyatakan bahwa meski OxygenOS dan ColorOS akan berbagi codebase, “jiwa” OxygenOS tetap utuh dan tidak akan pernah ada iklan.
Namun kenyataannya berkata lain.
Sejak merger teknis dimulai, pengembangan OxygenOS perlahan diserap ke dalam ColorOS. Budget, tim insinyur, dan roadmap fitur semakin terpusat di Shenzhen markas Oppo. Hasilnya? OxygenOS 16 nyaris tak bisa dibedakan dari ColorOS 16 dalam uji sisi demi sisi.
Di Tiongkok, kematian itu terjadi lebih dulu. HydrogenOS versi lokal OxygenOS sudah lama digantikan oleh ColorOS. Kini, giliran pasar global menyusul.
Realme UI: Hanya Skin Tipis di Atas ColorOS
Berbeda dengan OnePlus, Realme UI sejak awal memang merupakan versi modifikasi ColorOS. Perbedaannya hanya pada:
- Tema ikon
- Beberapa animasi transisi
- Nama aplikasi bawaan
Bagi pengguna Realme, peralihan ke ColorOS murni nyaris tak terasa. Tidak ada filosofi yang dilanggar, tidak ada janji yang diingkari. Karena sejak awal, Realme memang bagian dari ekosistem Oppo.
Yang menarik justru adalah timing-nya: pengumuman ini datang tepat setelah Realme dan OnePlus secara resmi melebur secara operasional pada April 2026 tanda bahwa konsolidasi korporat telah mencapai tahap akhir.
OnePlus Tak Lagi Global: Fokus Hanya di India dan Tiongkok
Perubahan software ini bukan berdiri sendiri. Ini adalah bagian dari strategi restrukturisasi besar-besaran:
- Tim OnePlus Eropa hampir seluruhnya mundur dalam satu minggu pada April 2026
- Situs web Jerman, Prancis, dan Spanyol kini mengarahkan pengunjung ke lini produk Oppo
- OnePlus UK kehabisan stok total, tanpa rencana peluncuran produk baru
- Inventaris AS dan Eropa terus menyusut, tanpa indikasi pembaruan
- Layanan purna jual OnePlus di India kini diintegrasikan ke jaringan Oppo
Fakta-fakta ini menggambarkan satu realitas: OnePlus tidak lagi menjadi merek global independen. Ia kini bertahan hanya sebagai sub-brand di India dan Tiongkok, menjalankan software Oppo, menggunakan infrastruktur Oppo, dan menjual hardware yang semakin mirip dengan seri Reno atau Find milik Oppo.
Pertanyaan Terbesar: Akankah ColorOS Bawa Iklan ke OnePlus?
Ini adalah titik kritis yang akan menentukan loyalitas jutaan pengguna.
- ColorOS secara default menyertakan iklan di berbagai aplikasi bawaan: cuaca, file manager, browser, bahkan notifikasi lock screen.
- OxygenOS secara eksplisit menolak iklan sejak hari pertama dan itu menjadi alasan utama banyak pengguna memilih OnePlus.
Jika ColorOS global yang dipasang di perangkat OnePlus tetap mempertahankan iklan, maka janji Pete Lau tahun 2021 resmi dilanggar. Dan itu bukan sekadar masalah estetika melainkan pengkhianatan terhadap nilai inti komunitas OnePlus.
Hingga kini, Oppo, OnePlus, dan Realme belum memberikan klarifikasi resmi tentang keberadaan iklan di versi ColorOS untuk OnePlus. Tapi diam mereka mungkin sudah cukup berbicara.
Kesimpulan: Bukan Kematian, Tapi Penyerapan
OxygenOS dan Realme UI tidak “dibunuh” dalam satu malam. Mereka perlahan diserap oleh kekuatan korporat, efisiensi biaya, dan visi terpusat dari Oppo. Yang tersisa hanyalah kenangan akan era ketika OnePlus benar-benar berbeda.
Bagi penggemar lama, ini adalah akhir dari sebuah legenda. Bagi Oppo, ini adalah langkah logis menuju ekosistem terpadu yang lebih mudah dikelola dan dipasarkan.
Tapi bagi konsumen, satu hal tetap penting: apakah pengalaman pengguna tetap diutamakan? Jika ColorOS membawa iklan, bloatware, dan kurang transparansi, maka hilangnya OxygenOS bukan hanya soal nama tapi hilangnya kepercayaan.
Dan kepercayaan, sekali patah, sangat sulit dikembalikan.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |