PHK Meta Reality Labs: Fokus Pindah dari Game VR ke AI

PHK Meta Reality Labs: Fokus Pindah dari Game VR ke AI
Sumber :
  • Meta

OpenAI Resmi Bawa Iklan ke ChatGPT-Ini Cara Kerjanya!
  • Meta memangkas lebih dari 1.000 karyawan di divisi Reality Labs, memicu penutupan studio game ternama.
  • Perusahaan mengalihkan investasi besar dari game VR eksklusif ke pengembangan hardware berbasis AI (seperti kacamata Ray-Ban pintar).
  • Pemilik headset Quest akan menghadapi peluncuran game 'prestige' yang lebih sedikit dan jangka waktu tunggu yang lebih lama.
  • Kerugian finansial Reality Labs yang mencapai lebih dari $70 miliar sejak 2020 memaksa perubahan strategi mendesak ini.

Akselerasi AI: NVIDIA RTX 50 Series Kuatkan Kampus Indonesia

Meta baru saja melakukan pemotongan tenaga kerja besar-besaran. Lebih dari 1.000 peran di divisi Reality Labs dihilangkan. PHK Meta Reality Labs ini mengirimkan sinyal tegas tentang perubahan strategi perusahaan yang mendalam. Meta kini menggeser prioritasnya menjauh dari investasi besar metaverse dan game VR mewah.

Sebaliknya, fokus utama kini beralih ke pengembangan hardware berbasis AI dan pengalaman mobile-first. Pergeseran ini langsung berdampak signifikan pada tim yang bertanggung jawab menciptakan game-game VR terbesar Meta. Perusahaan meminta Reality Labs untuk mencapai hasil yang lebih banyak dengan sumber daya yang jauh lebih sedikit.

Meta Blokir 550 Ribu Akun Anak di Australia: Regulasi Usia Mendesak

Mengapa Meta Mengurangi Investasi Game VR?

Keputusan pemotongan anggaran ini bukan tanpa alasan. Faktor keuangan menjadi pendorong utama strategi baru ini. Meta menghadapi tekanan internal dan eksternal untuk menunjukkan keuntungan nyata dari investasi VR mereka yang masif.

Realitas Kerugian Finansial Reality Labs

Reality Labs berfungsi sebagai payung untuk seluruh pekerjaan VR dan mixed reality Meta. Namun, divisi ini mengalami kerugian finansial yang berkelanjutan. Reality Labs telah menelan kerugian lebih dari $70 miliar sejak tahun 2020 dan belum menghasilkan keuntungan sama sekali.

Kerugian yang berkelanjutan ini memaksa Meta mengambil langkah agresif. Sangat sulit bagi perusahaan untuk membenarkan anggaran game besar dan berisiko. Meskipun proyek game tersebut menerima pujian kritis, perusahaan tetap membutuhkan pengembalian modal yang cepat. Mereka kini mencari pengembalian yang lebih cepat.

Pergeseran Prioritas ke Teknologi AI dan Wearables

Menurut memo internal dari CTO Andrew Bosworth, wearable menjadi prioritas yang lebih besar. Meta ingin mengalokasikan talenta dan anggaran menuju produk yang memiliki potensi skalabilitas lebih cepat. Contoh utamanya adalah kacamata pintar Ray-Ban yang ditenagai oleh AI.

Halaman Selanjutnya
img_title