Konsol vs PC Gaming: Mana yang Lebih Masuk Akal di 2026
- ilustrasi
Bagi mereka yang berpikir jangka panjang dan memiliki bujet besar, PC gaming masih menjadi pilihan paling bebas. Kamu bisa mengatur performa, kualitas grafis, hingga sistem pendingin sesuai kebutuhan. Selain itu, ekosistem PC memungkinkan aktivitas lain seperti editing video, desain grafis, hingga pekerjaan freelance yang jelas tidak bisa dilakukan di konsol. Namun, bagi gamer kasual yang hanya ingin bermain game populer tanpa ribet, rakit PC kini tidak lagi menjadi jalan pintas hemat seperti dulu.
Di sisi lain, konsol justru terlihat semakin menggoda. Saat harga komponen PC melonjak, konsol hadir sebagai solusi yang lebih sederhana dan terukur. PlayStation 5, Xbox Series X atau S, hingga generasi terbaru konsol hybrid tetap menawarkan pengalaman bermain yang konsisten dengan konsep plug-and-play. Beberapa analis memang sempat memprediksi kenaikan harga konsol sekitar 10–15 persen di 2026. Namun, kenaikan ini masih tergolong ringan jika dibandingkan lonjakan harga komponen PC individual.
Produksi massal dan sistem perakitan terpusat membuat biaya konsol relatif lebih stabil. Selain itu, pengguna tidak perlu pusing memikirkan spesifikasi teknis seperti kompatibilitas RAM atau jenis SSD. Semua sudah dioptimalkan oleh pabrikan. Tinggal colok, unduh game, lalu bermain. Bagi gamer yang menghargai kesederhanaan dan pengalaman konsisten, konsol jelas menjadi pilihan yang masuk akal.
Pada akhirnya, pertanyaan mana yang lebih hemat memang tidak memiliki jawaban mutlak. Dulu, PC sering dianggap mahal di awal namun lebih hemat dalam jangka panjang karena bisa di-upgrade. Namun di 2026, rumus itu mulai bergeser. Kenaikan harga komponen membuat total biaya build PC melonjak tajam. Sebaliknya, konsol tetap menawarkan performa solid dengan harga yang relatif terkendali.
Sebagai gambaran, performa PC setara 1440p dengan 60 fps yang pada 2024 bisa dicapai dengan bujet Rp15–20 juta, kini berpotensi menembus Rp30 juta atau lebih. Sementara itu, konsol masih berada di kisaran Rp7–10 jutaan, tergantung model dan promo. Jika dihitung untuk pemakaian tiga hingga lima tahun tanpa banyak upgrade, konsol berpeluang jauh lebih hemat bagi gamer yang fokus bermain saja.