Langkah Raja Langit Terhenti! ONIC Esports Eliminasi M7
- Youtube @MPLIndonesia
- ONIC Esports resmi tereliminasi dari M7 World Championship setelah takluk 1-3 dari Team Liquid PH (TLPH).
- Kekalahan terjadi di babak Knockout Stage Lower Bracket pada Kamis, 22 Januari 2026, di Jakarta.
- Hasil ini memupus ambisi Raja Langit untuk membawa pulang trofi M-Series tahun ini.
- Indonesia kini hanya menyisakan Alter Ego sebagai satu-satunya harapan di turnamen global ini.
[KEYWORD UTAMA] ONIC Esports harus menerima hasil pahit dalam persaingan ketat M7 World Championship. Tim berjuluk Raja Langit tersebut dipastikan gugur dari turnamen setelah menelan kekalahan telak dari Team Liquid PH (TLPH). Pertandingan sengit pada Knockout Stage Lower Bracket yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Kamis (22/1/2026) tersebut berakhir dengan skor 1–3 untuk keunggulan tim Filipina. Kekalahan ini secara otomatis mengakhiri perjalanan ONIC Esports di M7, membuat harapan Indonesia kini sepenuhnya tertumpu pada tim lain.
Analisis Pertandingan Sengit ONIC vs Team Liquid PH
Team Liquid PH menunjukkan performa superior sejak awal pertandingan, memberikan tekanan konstan yang sulit diatasi oleh wakil Indonesia. Analisis mendalam menunjukkan bahwa TLPH unggul dalam objektif kontrol dan team fight, terutama di fase awal.
Dominasi TLPH di Game Pembuka
Team Liquid PH berhasil mengambil inisiatif kemenangan di dua game awal dengan strategi kontrol objektif yang disiplin.
Pada Game 1, meskipun ONIC Esports sempat membalas dengan dua kill cepat, Turtle ketiga berhasil diamankan TLPH. Kontrol map yang kuat ini berlanjut. Team Liquid PH sukses mengamankan Lord pertama dan kedua, memastikan kemenangan mereka dalam 15 menit dengan skor 22–9.
Situasi serupa terjadi di Game 2. Kedua tim kembali bermain agresif, namun TLPH selalu unggul dalam perebutan objektif penting. Mereka memenangkan dua Turtle pertama dan mendominasi team fight kecil. Keunggulan gold TLPH semakin jauh, membuat upaya inisiasi ONIC gagal total. TLPH menutup Game 2 dengan skor 19–5, membuat skor agregat menjadi 2–0 dan menempatkan ONIC di ujung tanduk.
Kebangkitan Singkat: Momen Puncak ONIC di Game 3
Memasuki Game 3, performa ONIC Esports meningkat signifikan. Mereka menunjukkan semangat juang tinggi karena posisi mereka terancam eliminasi.
ONIC berhasil mengamankan first blood dan Turtle pertama. Meskipun Turtle kedua lepas, ONIC memenangkan team fight krusial dengan menumbangkan tiga pemain TLPH. Puncak kebangkitan terjadi saat Kairi, menggunakan Yi Sun-shin, berhasil meraih Maniac di perebutan Turtle ketiga.
Momen kepercayaan diri ini dimanfaatkan ONIC dengan baik. Mereka menggunakan Lord pertama untuk menembus base turret TLPH dan mengamankan kemenangan 21–5 dalam waktu 11:14. Skor berubah 2–1, memberikan napas segar bagi Raja Langit.
Hilang Momentum di Game Penentu (Game 4)
Kemenangan Game 3 ternyata belum cukup membalikkan keadaan. ONIC memang tampil percaya diri di awal Game 4, tetapi Team Liquid PH segera mengambil kendali permainan objektif.
TLPH mengamankan Turtle pertama dan kedua tanpa perlawanan berarti. Menariknya, hingga momen tersebut belum ada kill yang tercipta, menunjukkan hati-hatinya kedua tim. Walaupun ONIC mendapatkan first blood, Team Liquid PH segera mendominasi team fight berikutnya.
TLPH mengamankan Lord pertama. Kehilangan momentum kritis ini membuat ONIC kesulitan mengimbangi tekanan. Team Liquid PH lantas menutup Game 4 sekaligus pertandingan dengan skor 13–2, mengunci kemenangan 3–1 dan memastikan eliminasi ONIC Esports dari panggung M7 World Championship.
Evaluasi Strategis dan Harapan Terakhir Esports Indonesia
Kekalahan ini menjadi catatan evaluasi penting bagi manajemen ONIC Esports dan skena Mobile Legends di Indonesia. ONIC gagal memanfaatkan momentum kemenangan di Game 3 dan terlihat kehilangan fokus strategis di Game 4.
Dengan gugurnya tim Raja Langit, harapan Indonesia untuk membawa pulang trofi M-Series kini sepenuhnya tertumpu pada Alter Ego. Tim berjuluk "El Familia" tersebut masih bertahan dalam turnamen, namun mereka harus menghadapi babak lanjutan yang semakin sulit. Keberhasilan atau kegagalan Alter Ego di M7 World Championship akan menentukan bagaimana posisi esports Indonesia di kancah global tahun ini.