100 Hari Jadi Petani di Minecraft, Dari Lahan Kosong Jadi Kerajaan Panen
- minecraft
Bertahan hidup selama 100 hari di dunia Minecraft selalu menghadirkan cerita menarik. Namun, ketika pemain membatasi diri hanya sebagai petani di mode Survival, tantangannya terasa berbeda. Alih-alih fokus bertarung atau menjelajah gua berbahaya, pemain dituntut sabar mengelola lahan, menanam, memanen, hingga membangun sistem pertanian yang efisien. Sekilas terdengar sederhana. Akan tetapi, di balik kesederhanaannya, tersimpan strategi panjang yang tidak bisa dianggap remeh.
Sebagai game sandbox yang dikembangkan oleh Mojang Studios, Minecraft memang memberikan kebebasan penuh untuk menentukan gaya bermain. Karena itu, konsep “100 hari bertahan jadi petani” menjadi tantangan unik yang menguji konsistensi sekaligus kreativitas pemain.
Pada 10 hari pertama, fokus utama tentu saja bertahan hidup. Pemain harus segera mengumpulkan kayu untuk membuat peralatan dasar seperti kapak, cangkul, dan pickaxe. Tanpa alat, mustahil membangun pertanian yang stabil. Setelah itu, mencari sumber makanan menjadi prioritas berikutnya. Jika beruntung menemukan desa, pemain bisa memanfaatkan ladang gandum, kentang, atau wortel sebagai modal awal. Namun, jika tidak menemukan desa, rumput liar pun bisa menjadi sumber bibit gandum.
Meski begitu, ancaman tetap mengintai. Pada malam hari, zombie dan skeleton akan muncul. Oleh sebab itu, membangun tempat berlindung sederhana menjadi langkah penting. Tanpa perlindungan, progres 100 hari bisa berhenti sebelum waktunya. Dengan kata lain, keseimbangan antara bertani dan bertahan hidup harus dijaga sejak awal.
Memasuki hari ke-11 hingga hari ke-30, pemain mulai memperluas lahan. Tanah yang sudah diolah dengan cangkul sebaiknya ditempatkan dekat sumber air. Air berperan besar dalam mempercepat pertumbuhan tanaman. Satu blok air bahkan mampu mengairi tanah hingga beberapa blok di sekitarnya. Karena itu, tata letak kebun perlu direncanakan dengan rapi agar efisien dan mudah dipanen.
Selain menanam, fase ini juga menjadi momen tepat untuk mulai beternak. Sapi, ayam, dan domba dapat dikembangbiakkan menggunakan gandum atau biji-bijian. Dengan demikian, pemain tidak hanya mengandalkan hasil kebun, tetapi juga memiliki stok daging, telur, dan wol. Lambat laun, kebutuhan pangan menjadi lebih stabil. Di titik ini, pemain mulai merasakan hasil dari kerja kerasnya.