RRQ Jemkin Bongkar Dugaan Nepotisme di VCT Pacific Kickoff 2026
- Istimewa
- RRQ resmi gagal melaju ke Masters Santiago 2026 usai takluk 1-3 dari Paper Rex.
- Maksim "Jemkin" Batorov mengkritik keras kinerja admin turnamen yang dianggap tidak adil.
- Muncul dugaan standar ganda terkait sanksi disiplin bagi tim populer dan tim asal Korea Selatan.
- Paper Rex, Nongshim RedForce, dan T1 menjadi wakil resmi region Pacific di Chile.
Tim Valorant kebanggaan Indonesia, RRQ, harus mengubur mimpi tampil di VCT Pacific Kickoff 2026. Langkah mereka terhenti secara tragis di babak Lower Bracket Final setelah kalah dari Paper Rex (PRX). Pertandingan sengit di Sangam Colosseum, Seoul tersebut berakhir dengan skor 1-3 untuk keunggulan PRX.
Namun, perhatian komunitas esports dunia justru tertuju pada sesi konferensi pers usai laga. Maksim "Jemkin" Batorov, bintang utama RRQ, meluapkan kekecewaannya secara terbuka. Ia menyoroti kinerja admin yang dianggap merugikan integritas kompetisi.
Standar Ganda Admin VCT Pacific Kickoff 2026
Jemkin mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap ketidakkonsistenan panitia dalam menerapkan aturan. Ia menuduh pihak admin memberikan perlakuan istimewa kepada tim-tim tertentu. Terutama bagi tim asal Korea Selatan dan organisasi yang memiliki basis penggemar besar.
"Kita perlu membahas bagaimana admin bekerja di Kickoff ini," tegas Jemkin dengan nada serius. Ia mencontohkan insiden saat melawan Nongshim RedForce beberapa waktu lalu. Menurutnya, lawan terlambat hampir 18 menit namun admin tidak memberikan penalti sama sekali.
Dugaan Pelanggaran Disiplin yang Dibiarkan
Selain masalah keterlambatan, Jemkin membeberkan pelanggaran disiplin di area turnamen. Ia menyebutkan pemain tim T1 kerap merokok dan menggunakan vape di dalam toilet Sangam Colosseum. Ironisnya, tindakan tersebut tidak pernah membuahkan sanksi resmi dari pihak penyelenggara.
"Jika pemain kami yang melakukannya di tempat lain, admin langsung mengancam penalti," ungkap Jemkin. Ia merasa aturan hanya berlaku ketat bagi tim tertentu. Hal ini memperkuat dugaan adanya praktik nepotisme di balik layar turnamen bergengsi ini.
Kejanggalan Aturan Veto Saat Melawan Paper Rex
Kekecewaan Jemkin mencapai puncaknya pada laga kontra Paper Rex. Ia merasakan ketidakadilan terkait prosedur Veto dan pemilihan agen. Admin sempat mengancam RRQ dengan sanksi jika lupa melakukan kunci (lock) pada sesi Veto.
Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal yang berbeda. "Hari ini saat melawan PRX, admin sendiri yang tidak membuka Veto," jelas pemain asal Rusia tersebut. Saat dimintai kejelasan, panitia hanya berjanji akan membahasnya usai pertandingan tanpa ada solusi instan.
Evaluasi RRQ Menuju VCT Pacific Stage 1
Kekalahan ini memastikan Paper Rex terbang ke Chile menyusul Nongshim RedForce dan T1. Performa gemilang Jason “f0rsakeN” Susanto menjadi kunci kemenangan tim asal Singapura tersebut. Meski tersingkir, pelatih RRQ, Jovi, tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya.
Jovi mengakui jadwal padat sangat menguras energi fisik dan mental para pemain. Namun, RRQ tidak ingin larut dalam kekecewaan terkait isu VCT Pacific Kickoff 2026. Kini, tim fokus melakukan evaluasi total untuk menghadapi kompetisi VCT Pacific Stage 1 mendatang.