Degradasi Wolves: Fans Ngamuk, Fosun Lebih Pilih Bisnis Esports?
- wolves
- Wolves resmi terlempar dari Premier League setelah performa buruk sepanjang musim.
- Suporter menuding Fosun Group lebih fokus pada ekspansi bisnis esports daripada prestasi klub.
- Mantan Presiden Komisaris Jeff Shi mundur usai mendapat tekanan masif dari para loyalis.
- Divisi esports Wolves justru mencetak rekor dunia dengan 62.000 penonton di Beijing.
Wolverhampton Wanderers (Wolves) resmi menelan pil pahit setelah dipastikan mengalami degradasi Wolves dari kasta tertinggi Premier League. Kemerosotan prestasi ini memicu gelombang kemarahan suporter yang merasa dikhianati oleh manajemen klub. Mereka menuding pemilik klub, Fosun Group, lebih memprioritaskan keuntungan bisnis esports daripada performa tim di lapangan hijau.
Penyebab Degradasi Wolves dan Gelombang Protes Fans
Suporter meluapkan kemarahan mereka di sekitar Stadion Molineux dengan meluncurkan berbagai aksi protes keras. Mereka merasa manajemen hanya menjadikan pendukung sebagai "sapi perah" melalui kenaikan harga tiket kandang yang signifikan. Namun, kebijakan tersebut tidak dibarengi dengan perbaikan fasilitas stadion maupun penguatan skuat utama.
Mantan Presiden Komisaris Wolves, Jeff Shi, menjadi sasaran utama kritik tajam para pendukung setia. Laporan The Athletic menyebutkan bahwa Shi menganggap sektor esports jauh lebih menguntungkan secara finansial bagi Fosun Group. Tekanan hebat ini akhirnya memaksa Jeff Shi menanggalkan jabatannya pada Desember lalu dan digantikan oleh Nathan Shi.
Kontradiksi Prestasi: Tim Sepak Bola Terpuruk, Esports Berjaya
Kondisi kontras terlihat jelas saat divisi Wolves Esports justru menunjukkan dominasi luar biasa di kancah global. Tim Honor of Kings Wolves berhasil menembus Grand Final King Pro League 2025 yang digelar di Beijing. Pertandingan fenomenal di Stadion Bird’s Nest tersebut sukses memecahkan rekor dunia Guinness.
Laga tersebut menarik minat 62.000 penonton secara langsung dengan tiket yang ludes hanya dalam 12 detik. Prestasi gemilang di dunia digital ini justru melukai hati para loyalis klub sepak bola. Mereka menilai identitas emosional klub kini telah bergeser menjadi sekadar investasi bisnis yang dingin dan tidak berjiwa.
Visi Bisnis Fosun Group dan Dampak Masa Depan
CEO baru Wolves, Nathan Shi, mencoba meredam gejolak dengan menegaskan bahwa operasional esports merupakan entitas terpisah. Ia menjamin bahwa divisi tersebut tidak menggunakan sumber daya teknis milik tim sepak bola. Namun, publik tetap mencurigai adanya paralel dengan kasus Schalke 04 yang menjual slot esports demi menyelamatkan finansial klub.