5 Aplikasi yang Dilarang Apple AppStore, Alasannya Aneh

Apple AppStore
Sumber :
  • Reuters

GadgetGadgetAplikasi sering kali menghilang dari toko digital karena berbagai alasan, mulai dari keputusan pengembang yang menghentikan dukungan pada sistem operasi baru hingga masalah keuangan perusahaan. Namun, ada beberapa aplikasi yang hilang karena alasan yang lebih aneh.

MacBook Air M5 Rilis: Chip Gahar, RAM 16GB Jadi Standar

Berikut lima aplikasi yang dilarang oleh Apple dari iOS App Store, dengan alasan yang bervariasi, mulai dari sengketa hukum hingga potensi risiko keamanan.

1. Fortnite

iPhone 17e Resmi Meluncur, Cek Harga dan Spesifikasi Terbaru

"Fortnite" mungkin bukan aplikasi yang aneh, tetapi alasan di balik penghapusannya dari App Store cukup menarik. Awalnya, pengguna iPhone dapat menikmati game ini tanpa masalah, tetapi kemudian terjadi perseteruan hukum antara Apple dan Epic Games. Ketika perselisihan ini berakhir, Apple memutuskan untuk melarang game populer ini dari semua perangkat mobile-nya, yang dianggap banyak orang sebagai tindakan balas dendam.

Meski ada cara lain untuk memainkan "Fortnite" di iPhone, seperti melalui layanan game streaming, aplikasi resmi dari Epic Games tampaknya tidak akan kembali ke App Store dalam waktu dekat, jika pernah kembali. Hingga saat itu, pemain harus beralih ke platform lain atau menggunakan layanan internet dengan kecepatan tinggi untuk streaming.

Bocoran Fitur iPhone 17e: Performa Pro Harga Rp10 Juta

Fortnite

Photo :
  • Istimewa

2. I Am Rich

"I Am Rich" adalah aplikasi yang aneh bahkan untuk zamannya, yaitu ketika App Store dan pasar aplikasi mobile masih dalam tahap awal. Aplikasi ini tidak memiliki fungsi yang berarti. Saat dijalankan, aplikasi ini hanya menampilkan gambar permata merah di layar, dan jika Anda mengetuknya, akan muncul pesan yang berbunyi, "I am rich, I deserv it, I am good, healthy & successful" dengan ejaan yang salah.

Namun, yang membuat aplikasi ini menjadi target penghapusan oleh Apple bukanlah karena kurangnya fungsi, melainkan harganya yang mencapai Rp15 juta (setara dengan $1.000 USD). Terlepas dari harganya yang fantastis, delapan orang ternyata membeli aplikasi ini, dan enam di antaranya memilih untuk tetap menyimpannya setelah pembelian awal. Apakah mereka sengaja ingin mempertahankannya atau tidak tahu bahwa mereka bisa meminta pengembalian dana, masih menjadi misteri.

Halaman Selanjutnya
img_title