Teknologi Baru! Kamera Bisa Fokus ke Semua Jarak Sekaligus dalam Satu Jepretan
- The Verge
Gadget – Selama lebih dari seabad, fotografi hidup dalam satu batasan alami: kedalaman ruang (depth of field) yang terbatas. Jika Anda memfokuskan lensa ke objek depan, latar belakang menjadi kabur. Sebaliknya, jika fokus ke kejauhan, objek di depan kehilangan ketajaman. Prinsip ini yang melahirkan estetika bokeh telah menjadi hukum tak tertulis dalam dunia visual.
Namun kini, batas itu mulai runtuh.
Peneliti dari Carnegie Mellon University (CMU) telah mengembangkan teknologi lensa revolusioner yang memungkinkan seluruh area gambar dari objek paling dekat hingga paling jauh tetap tajam dalam satu kali jepretan. Teknologi ini disebut Spatially-Varying Autofocus, dan berpotensi mengubah cara kita memahami, merekam, bahkan berinteraksi dengan dunia visual.
Artikel ini mengupas tuntas cara kerja teknologi ini, perangkat optik canggih di baliknya, perbandingan dengan sistem kamera konvensional, serta potensi aplikasinya di luar fotografi mulai dari mikroskop hingga kendaraan otonom.
Apa Itu Spatially-Varying Autofocus?
Berbeda dengan sistem autofokus tradisional yang hanya bisa memilih satu bidang fokus dalam satu frame, spatially-varying autofocus memungkinkan fokus yang bervariasi di setiap bagian gambar bahkan hingga tingkat piksel.
Bayangkan:
- Bagian kiri foto fokus ke objek 30 cm di depan lensa,
- Bagian tengah fokus ke objek 2 meter,
- Bagian kanan fokus ke lanskap 100 meter jauhnya
- semuanya tajam dalam satu gambar utuh.
Ini bukan hasil focus stacking (gabungan foto pasca-pemrosesan), melainkan rekaman langsung dalam satu eksposur, berkat inovasi di tingkat perangkat keras optik.
Rahasia di Baliknya: Computational Lens dari CMU
Inti terobosan ini terletak pada apa yang disebut computational lens sebuah sistem optik cerdas yang menggabungkan tiga komponen utama:
1. Lohmann Lens
Berbeda dengan lensa konvensional yang memiliki kelengkungan tetap, lensa Lohmann terdiri dari dua elemen lensa kubik melengkung yang bisa digeser secara independen. Pergerakan ini mengubah titik fokus di area spesifik lensa.
2. Phase-Only Spatial Light Modulator (SLM)
Komponen ini adalah jantung teknologi adaptif. SLM mengontrol fase gelombang cahaya yang masuk ke sensor, memungkinkan pembiasan cahaya diatur per piksel. Dengan kata lain, setiap titik kecil di gambar bisa memiliki “aturan fokus” sendiri.