Codee: Revolusi Belajar Kode dengan Blok Fisik Magnetik

Codee: Revolusi Belajar Kode dengan Blok Fisik Magnetik
Sumber :
  • Istimewa

Performa Maksimal: HP RAM 8 GB di Bawah Rp1,5 Juta
  • Codee mengubah kode digital yang abstrak menjadi blok magnetik fisik yang dapat disusun, menghilangkan kebutuhan menatap layar.
  • Sistem ini menghadirkan pelatihan logika tangible dan debugging visual, terutama bermanfaat bagi anak usia 4-12 tahun.
  • Didukung AI tutor berbasis GPT yang memandu pengguna, sehingga mempermudah proses pengajaran bagi orang tua dan guru non-programmer.
  • Codee berfungsi sebagai jembatan yang dapat diskalakan, mulai dari mainan edukasi hingga platform prototyping profesional yang kompatibel dengan LEGO.

Up Phone: HP Buatan Indonesia dengan Kill-Switch Privasi Tinggi

Pendidikan kode seringkali dipandang sebagai aktivitas yang monoton, penuh kesalahan sintaksis, dan minim hasil nyata. Banyak anak menganggapnya sebagai tambahan waktu layar, sementara para profesional mengeluhkan terlalu banyak boilerplate yang menghambat prototipe. Namun, paradigma ini kini berubah drastis berkat inovasi terbaru dari Codeebots.

Mereka meluncurkan Codee, sebuah sistem yang merevolusi cara belajar pemrograman. Codee mengubah baris kode abstrak menjadi blok kode fisik magnetik yang dapat disusun dan dihidupkan secara instan. Ini adalah solusi mendesak yang menghilangkan frustrasi layar, menawarkan pengalaman belajar taktil dan mendalam, baik untuk anak usia enam tahun maupun insinyur berusia enam puluh tahun.

4 Tablet 2 Jutaan SIM Card Terbaik 2026: Fleksibel Tanpa WiFi

Anatom Codee: Blok Kode Fisik yang Menggantikan IDE

Inti dari Codee adalah serangkaian ubin magnetik yang berfungsi layaknya baris kode fisik. Setiap ubin membawa label dan ikon yang jelas—misalnya, KEKUATAN MOTOR, KECEPATAN MOTOR, WARNA CAHAYA, atau PUTAR MUSIK.

Pengguna cukup menyusun ubin-ubin ini di atas meja sesuai urutan logika yang diinginkan. Anda dapat mengatur nilai parameter melalui roda angka kecil pada ubin tersebut.

Alih-alih mengetik perintah seperti IF, LOOP, atau DELAY, pengguna hanya perlu menjatuhkan ubin yang mewujudkan konsep pemrograman tersebut. Panah pada ubin memastikan alur program terhubung dengan benar, menciptakan pelatihan logika yang sangat tangible.

Debugging Menjadi Semudah Melihat Rantai Putus

Pergeseran ke interaksi fisik memberikan dampak besar bagi pelajar muda. Anak-anak usia empat hingga dua belas tahun kini dapat menciptakan program menggunakan tangan mereka, tanpa terpaksa menatap tablet.

Unit dasar Codee mengirimkan daya dan data melalui ubin yang terhubung. Lampu LED di bawah permukaan unit akan melacak alur program secara visual.

Halaman Selanjutnya
img_title