Sejarah Momen "One More Thing" Apple: Inovasi Paling Ikonik Jobs
- TechRadar
- Frasa "one more thing" selalu menjadi kejutan penutup ikonik dalam presentasi Apple, memicu kegembiraan masif.
- Titik awal tradisi ini terjadi pada tahun 1998 ketika Steve Jobs mengumumkan keberhasilan Apple kembali meraih profit.
- Momen "One More Thing" Apple melahirkan produk revolusioner, termasuk Aqua Design, penunjukan CEO permanen, hingga iPod Shuffle.
Bagi penggemar sejati Apple, frasa "one more thing" memiliki daya tarik magis. Frasa ini menjadi cara favorit Apple selama puluhan tahun untuk memperkenalkan produk atau fitur baru yang tak terduga. Kehadiran kalimat tersebut selalu berhasil mengirimkan gelombang kegembiraan luar biasa di antara para penggemar.
Saat acara Apple masih diselenggarakan secara langsung, Steve Jobs selalu naik ke panggung dan menyampaikan presentasi utama yang dikenal sebagai 'Stevenote'. Jobs seringkali pura-pura menyelesaikan presentasi, kemudian berhenti sejenak. Akhirnya, dia mengucapkan kalimat khasnya, "sebenarnya, ada satu hal lagi." Momen tersebut menjadi tradisi yang menentukan sejarah inovasi Apple, menciptakan Momen "One More Thing" Apple yang legendaris.
Titik Awal Tradisi: Pengumuman Keuntungan Apple (1998)
Sejarah frasa ikonik ini berakar dari ajang MacWorld San Francisco pada Januari 1998. Setelah memamerkan berbagai aplikasi yang kompatibel dengan perangkat lunak Mac terbaru, Steve Jobs berterima kasih kepada audiens dan berpura-pura meninggalkan panggung.
Sebelum benar-benar pergi, Jobs tiba-tiba menghentikan langkahnya. Dia mengumumkan, "Saya lupa sesuatu. Ada satu hal terakhir yang harus saya beritahu."
Jobs Kembali, Apple Selamat
Jobs kemudian berterima kasih kepada seluruh tim Apple atas kerja keras mereka. Selanjutnya, Jobs mengungkap berita besar: perusahaan akhirnya kembali meraih keuntungan. Ini merupakan kabar yang sangat mendesak saat itu.
Apple sempat berada di ambang kebangkrutan ketika Jobs kembali pada tahun 1997. Dia melakukan restrukturisasi drastis, memotong produk dan layanan yang tidak perlu, mengubah Apple menjadi mesin yang ramping dan menghasilkan profit. Jobs memang belum mengucapkan frasa "one more thing" secara persis, tetapi semua elemen kejutan ada di sana. Inilah dasar gerakan klasik yang disempurnakan Jobs selama tahun-tahun berikutnya.
Kejutan Ganda MacWorld 2000: Aqua dan CEO Penuh Waktu
Dua tahun kemudian, publik menyaksikan kejutan ganda Momen "One More Thing" Apple pada MacWorld San Francisco, Januari 2000. Acara tersebut memperkenalkan Mac OS X. Setelah menjelaskan cara kerja sistem operasi baru ini, Jobs berkata ada "one more thing."
Kejutan pertama adalah desain visual OS X yang Jobs juluki Aqua. Desainer menyingkirkan kotak abu-abu dan bilah gulir kusam yang lazim pada sistem operasi kala itu. Aqua hadir dengan tampilan cerah dan mengilap, memadukan efek logam sikat dan bilah biru mengkilap.
Revolusi Desain dan Status Kepemimpinan
Namun, itu bukan kejutan terakhir. Sekitar satu jam kemudian, Jobs kembali menjatuhkan kejutan lain tepat saat dia hendak menutup acara. Dia mengumumkan bahwa dia tidak lagi menjabat sebagai CEO interim perusahaan. Jobs resmi menjadi CEO penuh waktu.
Pengumuman itu disambut dengan tepuk tangan meriah. Mengingat bagaimana Jobs dan timnya telah membalikkan nasib Apple, pengangkatan permanen ini sama sekali tidak mengejutkan.
Kegagalan yang Kini Jadi Koleksi: Power Mac G4 Cube
Tahun 2000 menjadi tahun emas untuk tradisi kejutan ini. Momen "One More Thing" Apple berikutnya terjadi pada Juli di MacWorld New York Expo. Kali ini, Jobs memperkenalkan Power Mac G4 Cube.
G4 Cube menjadi salah satu Mac dengan desain paling mencolok yang pernah diluncurkan. Jobs menjelaskan bahwa Cube mengambil performa Power Mac G4, mengecilkannya hingga seperempat ukuran, dan memberikannya output mengesankan tanpa memerlukan kipas. Sayangnya, G4 Cube tidak laku di pasaran karena harganya yang mahal dan performa yang biasa saja untuk biaya tersebut. Meskipun begitu, hari ini G4 Cube menjadi ikon kolektor yang cantik, dan pengenalannya oleh Jobs menjadikannya semakin berkesan.
Risiko Berbuah Revolusi: Ketika iPod Shuffle Lahir
iPod merupakan salah satu hit terbesar Apple yang merevolusi cara orang mendengarkan musik. Setelah sukses dengan iPod orisinal dan iPod mini, Apple melanjutkannya pada tahun 2005 dengan iPod Shuffle.
Secara teknis, peluncuran Shuffle terasa seperti langkah berisiko besar bagi Apple. Perangkat ini menghilangkan layar sepenuhnya, membuat pengguna tidak memiliki cara untuk menelusuri lagu mereka. Namun, pengumuman Momen "One More Thing" Apple di MacWorld 2005 menunjukkan Shuffle berfokus pada kesederhanaan.
Jobs memposisikan iPod Shuffle sebagai pemutar musik yang benar-benar acak, menekankan kebebasan mendengarkan musik tanpa terlalu banyak berpikir. Filosofi ini berhasil. Apple sekali lagi menunjukkan keahlian mereka dalam mengubah keterbatasan menjadi fitur menarik, memperkuat citra mereka sebagai perusahaan yang berani mengambil risiko inovatif.
Dampak Abadi Frasa Legendaris
Frasa "one more thing" bukan sekadar kalimat penutup, melainkan sebuah strategi pemasaran genius yang mempersonalisasi presentasi Jobs. Ritual ini membangun ketegangan dan harapan. Hal ini memastikan bahwa publik akan selalu menunggu hingga detik terakhir acara Apple, mengantisipasi inovasi yang mungkin mengubah industri.
Momen "One More Thing" Apple selalu mewakili puncak kreativitas perusahaan. Tradisi ini terbukti sukses menciptakan narasi seputar peluncuran produk Apple. Bahkan setelah kepergian Steve Jobs, frasa ini tetap dipertahankan, menunjukkan warisan abadi dari seorang maestro yang tahu persis bagaimana cara mendominasi panggung dunia teknologi.