Revolusi Ruang Sempit: Rak Payung Fleksibel Coilo
- Istimewa
- Coilo adalah stand payung yang sepenuhnya dapat digulung rata, menghilang ketika tidak diperlukan.
- Desain ini menganut filosofi "Perabotan Situasional" yang berfokus pada fleksibilitas ruang.
- Alas Coilo menggunakan material terracotta yang berfungsi menyerap tetesan air secara alami.
Kita sering mengabaikan fakta bahwa payung hanya kita gunakan saat musim hujan. Namun, rak payung tradisional justru mengambil ruang permanen di pintu masuk kita sepanjang tahun. Desainer Aishwarya Ajith melihat masalah umum ini. Ia mengajukan pertanyaan sederhana: Mengapa kita memerlukan perabotan statis untuk kebutuhan yang bersifat musiman?
Ajith lantas menciptakan Coilo, inovasi yang menantang semua asumsi tentang furnitur statis. Rak Payung Fleksibel ini bukanlah stand konvensional. Sebaliknya, Coilo adalah tikar yang dapat digulung. Ia bertransformasi menjadi tempat payung sementara hanya saat Anda benar-benar membutuhkannya. Begitu langit cerah dan payung tersimpan, Coilo kembali ke bentuk datarnya, nyaris menghilang sepenuhnya dari pandangan.
Filosofi di Balik Perabotan yang Menghilang
Konsep inti dari Coilo berakar pada apa yang Ajith sebut sebagai “Perabotan Situasional.” Ini merupakan objek yang ada hanya ketika diperlukan, dan tetap tidak mencolok secara visual di sisa waktu.
Pendekatan desain ini sangat jujur. Ajith mengakui bagaimana cara hidup kita yang sesungguhnya. Ia menolak gagasan usang mengenai perabotan yang harus menetap dan kaku.
Solusi untuk Kehidupan Berbagi
Inspirasi utama datang dari pengamatan cermat terhadap kehidupan di ruang padat. Ajith banyak mengamati lingkungan asrama India dan kamar bersama yang sempit. Dalam ruang-ruang ini, setiap jengkal persegi sangat berharga.
Saat musim hujan, payung basah memerlukan perhatian mendesak. Mereka meneteskan air di seluruh area pintu masuk. Setelah hujan berlalu, urgensi itu menguap. Ajith menyimpulkan, solusi penyimpanan tidak seharusnya mengambil lahan permanen.
Kejeniusan Desain dan Material Coilo
Secara visual, desain Coilo terlihat sangat sederhana, namun sangat cerdas. Tikar tersebut terbuat dari busa EVA yang fleksibel dan tahan air. Material ini memungkinkan tikar digulung menjadi bentuk silinder kokoh.
Berkat sistem sambungan yang mudah, struktur gulungan Coilo mencapai stabilitas mengejutkan. Ia tidak memerlukan perangkat keras atau mekanisme yang rumit. Penutup pendukung dipasang dengan kancing. Pola kancing ini memberikan karakter unik dan memungkinkannya mengakomodasi payung dengan berbagai ketinggian.
Peran Kunci Material Terracotta
Basis Coilo layak mendapat perhatian khusus. Ajith memilih tanah liat terracotta untuk bagian bawahnya. Pilihan material ini praktis sekaligus bijaksana.
Terracotta memiliki sifat alami sebagai penyerap. Bahan ini mampu menarik kelembapan dari payung basah. Ini mencegah air menggenang di lantai Anda. Detail kecil ini menunjukkan penyelesaian masalah yang autentik, bukan sekadar keputusan estetika belaka.
Membangun Masa Depan Perabotan yang Adaptif
Coilo tidak hanya menghemat ruang; ia menantang asumsi bahwa perabotan harus statis. Filosofi ini sangat relevan dengan generasi muda yang sering berpindah tempat dan tinggal di area terbatas.
Mahasiswa di asrama, profesional muda di ruang hidup bersama, dan siapa pun dengan ruang terbatas akan segera memahami daya tarik Coilo. Ini adalah perabotan yang beradaptasi dengan hidup Anda. Ia tidak menuntut Anda menyesuaikan diri dengannya.
Desain visual Coilo juga menembus estetika Rak Payung Fleksibel tradisional. Ketika digulung, kancing-kancing yang terpasang menciptakan kualitas patung. Produk ini terlihat menarik dan disengaja. Saat digulung datar, ia dapat dengan mudah disalahpahami sebagai alas lantai dekoratif atau matras yoga. Coilo menjaga kehadirannya tanpa memproklamirkan diri sebagai perabotan sekali pakai.
Eksplorasi Ajith membuka kemungkinan luar biasa untuk masa depan perabot rumah tangga. Coilo lebih dari sekadar solusi payung yang cerdik. Ini adalah prototipe yang menunjukkan bagaimana kita dapat memikirkan kembali objek sehari-hari di era di mana fleksibilitas adalah kuncinya.