Bocoran Xiaomi Kunlun: SUV Listrik Jarak Jauh dengan Baterai 80kWh, Siap Guncang Pasar!
- Xiaomi
Strategi "Large Battery": 500 km Listrik Murni, Total 1.500 km dengan Generator
Xiaomi menerapkan apa yang disebut “Large Battery Strategy” pendekatan yang sama digunakan Li Auto, tapi dengan ambisi lebih agresif.
Menurut bocoran internal:
- Kapasitas baterai: 70–80 kWh
- Jangkauan EV murni (CLTC): hingga 500 km
- Jangkauan total dengan generator: mencapai 1.500 km
Artinya, untuk 90% aktivitas harian seperti antar-jemput anak, belanja, atau kerja pengguna tidak perlu pernah isi bensin. Namun saat liburan ke luar kota, mereka bisa menempuh jarak lintas pulau tanpa berhenti di stasiun pengisian.
Pan Jiutang secara eksplisit menyatakan: “Kami sedang membandingkan diri langsung dengan Li Auto L9.” Tujuannya jelas: merebut pangsa pasar EREV premium yang sedang meledak di Tiongkok.
HyperConnect 3.0: Mobil Ini Adalah Smartphone Raksasa Berjalan
Keunggulan Xiaomi bukan hanya di hardware mobil, tapi di ekosistem digitalnya. Melalui HyperConnect 3.0, Kunlun menjadi perpanjangan dari gaya hidup pengguna Xiaomi.
Fitur Unggulan:
- Smart Cockpit berbasis Snapdragon 8 Elite (versi otomotif): performa setara flagship smartphone 2026.
- Integrasi penuh dengan HyperOS 3.0: notifikasi, kalender, musik, dan navigasi tersinkron otomatis.
- Biometric Sync: sensor dari Xiaomi Band 9 atau XRING O1 (smart ring) akan memantau detak jantung dan tingkat stres pengemudi. Sistem interior lalu menyesuaikan pencahayaan "Defocus" dan suhu kabin untuk relaksasi maksimal.
- Voice Assistant Cerdas: mendukung perintah kontekstual seperti “Atur suhu agar anak tidur nyenyak” atau “Mainkan playlist fokus untuk perjalanan panjang.”
Bagi pengguna setia Xiaomi, Kunlun bukan sekadar mobil ia adalah pusat kontrol ekosistem pintar mereka.
R&D Global dan Rencana Ekspansi Internasional
Meski peluncuran awal difokuskan di Tiongkok pada 2026, Xiaomi telah membangun pusat riset dan pengembangan baru di Munich, Jerman. Ini menandakan bahwa teknologi EREV seperti Kunlun sedang dipersiapkan untuk peluncuran global tahap kedua pada 2027.
Eropa, dengan regulasi ketat emisi dan infrastruktur pengisian yang belum merata di pedesaan, menjadi pasar ideal untuk kendaraan EREV. Xiaomi tampaknya ingin menghindari kesalahan Tesla yang terlalu fokus pada EV murni tanpa solusi jarak jauh.