Bocoran Xiaomi Kunlun: SUV Listrik Jarak Jauh dengan Baterai 80kWh, Siap Guncang Pasar!
- Xiaomi
Gadget – Xiaomi kini bukan lagi sekadar raksasa smartphone perusahaan asal Tiongkok ini telah bertransformasi menjadi kekuatan dominan di pasar kendaraan listrik (EV). Setelah sukses besar dengan sedan sport SU7 dan crossover mid-size YU7 yang diluncurkan Juni 2025, Xiaomi kini membidik segmen yang paling menguntungkan: SUV keluarga mewah berbasis Extended Range Electric Vehicle (EREV).
Proyek internal bernama “Kunlun” yang kemungkinan besar akan dipasarkan sebagai Xiaomi YU9 merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan terbesar di era EV: range anxiety (kecemasan jarak tempuh). Diumumkan oleh Pan Jiutang, Kepala Departemen Investasi Industri Xiaomi, pada 13 Januari 2026, langkah ini menandai pergeseran signifikan dari filosofi awal Xiaomi yang “hanya EV murni”.
Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi teknis, strategi pemasaran, keunggulan ekosistem, serta ambisi global di balik SUV 7-kursi terbaru Xiaomi yang siap menggoyang dominasi Li Auto L9.
Desain dan Segmentasi: SUV Mewah ala Range Rover untuk Keluarga Modern
Berbeda dengan siluet aerodinamis SU7 yang terinspirasi Porsche, Kunlun hadir dengan desain kotak, gagah, dan monumental mirip Range Rover atau Cadillac Escalade. Ini adalah SUV tiga baris dengan kapasitas 7 penumpang, dirancang khusus untuk keluarga urban kelas menengah-atas yang menginginkan kemewahan, ruang luas, dan fleksibilitas jarak jauh.
Dengan dimensi besar dan ground clearance tinggi, Kunlun tidak hanya cocok untuk perkotaan, tapi juga siap menemani petualangan lintas provinsi tanpa khawatir kehabisan daya di tengah jalan.
Powertrain EREV: Mesin Hanya Jadi Generator, Roda Selalu Listrik
Salah satu ciri khas teknologi EREV Xiaomi adalah pemisahan total antara mesin dan penggerak roda. Kunlun akan menggunakan mesin bensin turbocharged 1.5 liter, tetapi tidak pernah menggerakkan roda secara langsung. Fungsinya murni sebagai generator listrik untuk mengisi baterai saat daya menipis.
Ini berbeda dari hybrid konvensional (seperti Toyota) yang menggunakan mesin untuk menggerakkan mobil di kecepatan tinggi. Pada Kunlun, semua tenaga ke roda berasal dari motor listrik, sehingga memberikan:
- Akselerasi instan dan halus
- Pengalaman berkendara 100% EV
- Efisiensi optimal dalam kondisi lalu lintas padat
Strategi "Large Battery": 500 km Listrik Murni, Total 1.500 km dengan Generator
Xiaomi menerapkan apa yang disebut “Large Battery Strategy” pendekatan yang sama digunakan Li Auto, tapi dengan ambisi lebih agresif.
Menurut bocoran internal:
- Kapasitas baterai: 70–80 kWh
- Jangkauan EV murni (CLTC): hingga 500 km
- Jangkauan total dengan generator: mencapai 1.500 km
Artinya, untuk 90% aktivitas harian seperti antar-jemput anak, belanja, atau kerja pengguna tidak perlu pernah isi bensin. Namun saat liburan ke luar kota, mereka bisa menempuh jarak lintas pulau tanpa berhenti di stasiun pengisian.
Pan Jiutang secara eksplisit menyatakan: “Kami sedang membandingkan diri langsung dengan Li Auto L9.” Tujuannya jelas: merebut pangsa pasar EREV premium yang sedang meledak di Tiongkok.
HyperConnect 3.0: Mobil Ini Adalah Smartphone Raksasa Berjalan
Keunggulan Xiaomi bukan hanya di hardware mobil, tapi di ekosistem digitalnya. Melalui HyperConnect 3.0, Kunlun menjadi perpanjangan dari gaya hidup pengguna Xiaomi.
Fitur Unggulan:
- Smart Cockpit berbasis Snapdragon 8 Elite (versi otomotif): performa setara flagship smartphone 2026.
- Integrasi penuh dengan HyperOS 3.0: notifikasi, kalender, musik, dan navigasi tersinkron otomatis.
- Biometric Sync: sensor dari Xiaomi Band 9 atau XRING O1 (smart ring) akan memantau detak jantung dan tingkat stres pengemudi. Sistem interior lalu menyesuaikan pencahayaan "Defocus" dan suhu kabin untuk relaksasi maksimal.
- Voice Assistant Cerdas: mendukung perintah kontekstual seperti “Atur suhu agar anak tidur nyenyak” atau “Mainkan playlist fokus untuk perjalanan panjang.”
Bagi pengguna setia Xiaomi, Kunlun bukan sekadar mobil ia adalah pusat kontrol ekosistem pintar mereka.
R&D Global dan Rencana Ekspansi Internasional
Meski peluncuran awal difokuskan di Tiongkok pada 2026, Xiaomi telah membangun pusat riset dan pengembangan baru di Munich, Jerman. Ini menandakan bahwa teknologi EREV seperti Kunlun sedang dipersiapkan untuk peluncuran global tahap kedua pada 2027.
Eropa, dengan regulasi ketat emisi dan infrastruktur pengisian yang belum merata di pedesaan, menjadi pasar ideal untuk kendaraan EREV. Xiaomi tampaknya ingin menghindari kesalahan Tesla yang terlalu fokus pada EV murni tanpa solusi jarak jauh.
Target Produksi Ambisius: 550.000 Unit pada 2026
Xiaomi menargetkan produksi 550.000 unit Kunlun/YU9 pada 2026 angka yang sangat tinggi untuk model pertama di segmen SUV besar. Strategi ini mengikuti logika bisnis mereka di dunia smartphone: spesifikasi tinggi + harga agresif = dominasi pasar cepat.
Dengan jaringan dealer yang terus diperluas bahkan dengan insentif jutaan yuan bagi mitra Xiaomi siap membanjiri pasar dengan alternatif premium yang lebih terjangkau daripada Li Auto L9.
Kesimpulan: Xiaomi Tidak Hanya Ikut Tren Mereka Ingin Memimpinnya
Dengan Kunlun, Xiaomi membuktikan bahwa mereka bukan pemain iseng di industri otomotif. Mereka memahami psikologi konsumen modern: ingin EV, tapi takut kehabisan baterai. Ingin mobil mewah, tapi tidak mau bayar mahal.
Dengan kombinasi baterai besar, jangkauan ekstrem, ekosistem pintar, dan strategi harga agresif, Xiaomi YU9 (Kunlun) berpotensi menjadi game-changer di segmen SUV keluarga listrik bukan hanya di Tiongkok, tapi di seluruh dunia.
Satu hal pasti: perang EREV baru saja dimulai, dan Xiaomi datang bukan untuk kalah.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |