Raspberry Pi 5 Kini Bisa Jalankan AI Berat-Berapa Harganya?

Raspberry Pi 5 Kini Bisa Jalankan AI Berat-Berapa Harganya?
Sumber :
  • notebookcheck

Gadget – Dunia komputasi edge dan AI on-device kian meriah. Setelah ASUS menghadirkan solusi akselerasi AI berbasis USB, kini Raspberry Pi Foundation meluncurkan perangkat resmi terbarunya: Raspberry Pi AI HAT+ 2 sebuah expansion board berbasis NPU (Neural Processing Unit) yang dirancang khusus untuk Raspberry Pi 5.

Exynos 2600: Chip 2 Nm Pertama Samsung, Ungguli Snapdragon?

Dengan performa hingga 40 TOPS (Tera Operations Per Second) pada presisi INT4 dan dilengkapi memori internal 8GB, AI HAT+ 2 bukan sekadar aksesori melainkan lompatan besar dalam kemampuan AI Raspberry Pi yang selama ini dibatasi oleh sumber daya terbatas pada CPU dan RAM.

Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi teknis, cara kerja, keunggulan, kompatibilitas, serta dampaknya terhadap ekosistem Raspberry Pi dari pendidikan hingga aplikasi industri ringan.

ASUS Zenbook S16 OLED: Laptop Premium dengan Teknologi AI Terbaru Hanya Rp27 Jutaan!

Spesifikasi Inti: NPU Hailo‑10H dengan 40 TOPS dan 8GB Memori Internal

Jantung dari Raspberry Pi AI HAT+ 2 adalah chip Hailo‑10H, sebuah NPU canggih yang dikembangkan oleh perusahaan Israel, Hailo Technologies. Chip ini menawarkan:

MediaTek Luncurkan Dimensity 9400+: Solusi Cepat untuk Penggemar Game Seluler
  • Performa inferensi AI hingga 40 TOPS (pada presisi INT4)
  • Memori internal 8GB LPDDR5   tidak membebani RAM utama Raspberry Pi
  • Efisiensi daya tinggi, ideal untuk perangkat always-on

Dengan memori internal yang besar, proses inferensi model AI seperti YOLOv8, MobileNet, atau bahkan Llama.cpp versi ringan dapat berjalan tanpa bottleneck RAM, yang selama ini menjadi penghambat utama di Raspberry Pi 4/5 ber-RAM 2–8 GB.

Mengapa NPU Terpisah Lebih Efisien daripada CPU/GPU?

Meski Raspberry Pi 5 memiliki GPU VideoCore VII yang lebih cepat, CPU dan GPU tetap bukan arsitektur optimal untuk beban kerja AI. NPU seperti Hailo‑10H dirancang khusus untuk:

  • Operasi matriks paralel (inti dari neural network)
  • Konsumsi daya rendah (seringkali <5W saat aktif penuh)
  • Latensi inferensi ultra-rendah

Hasilnya?

  • Pengenalan wajah real-time
  • Deteksi objek di video streaming
  • Pemrosesan bahasa alami (on-device)
  • semua bisa berjalan lebih cepat, stabil, dan hemat energi dibanding menggunakan CPU saja.
  • Instalasi Plug-and-Play: Kompatibel Hanya dengan Raspberry Pi 5

AI HAT+ 2 mengikuti standar HAT (Hardware Attached on Top) khas Raspberry Pi, sehingga pemasangannya sangat sederhana:

Halaman Selanjutnya
img_title