Bluetooth 6.0: Fitur Revolusioner dan Mengapa Headphone Belum Adopsi

Bluetooth 6.0: Fitur Revolusioner dan Mengapa Headphone Belum Adopsi
Sumber :
  • Jada Jones/ZDNET

Waymo Raih Rp268 T! Robotaxi Ekspansi ke Tokyo-London
  • Pelacakan Perangkat Universal memungkinkan presisi sentimeter, menyamai teknologi ‘Find My Device’.
  • Latensi Ultra-Rendah menghilangkan jeda audio/video, sangat penting bagi mobile gamer dan AR/VR.
  • Efisiensi Koneksi Multipoint yang Stabil memperbaiki masalah glitchy saat beralih antar perangkat (HP ke Laptop).

Maingear Retro98: PC Beige 90an Berisi Hardware 2026

Dunia teknologi menyambut kehadiran standar nirkabel terbaru, Bluetooth 6.0, yang dirilis oleh Bluetooth Special Interest Group (SIG) pada September 2024. Versi revolusioner ini menjanjikan perubahan signifikan, terutama dalam hal latensi ultra-rendah dan kemampuan pelacakan perangkat presisi sentimeter. Meskipun smartphone kelas atas (seperti Google Pixel 10 dan Apple iPhone 17) telah mengadopsi teknologi ini, produsen headphone dan earbuds justru bergerak lambat. Konsumen saat ini masih menemukan banyak perangkat audio baru menggunakan Bluetooth 5.3 atau 5.4. Lantas, mengapa standar Bluetooth 6.0 layak dinantikan dan kapan kita bisa menikmatinya sepenuhnya?

Membongkar Fitur Kunci Bluetooth 6.0

Mengapa IBM Sovereign Core Penting untuk AI Berdaulat?

Setiap pembaruan Bluetooth tidak hanya sekadar menyediakan koneksi nirkabel. Standar ini bertanggung jawab penuh atas kompresi audio, stabilitas transmisi, dan tingkat latensi. Bluetooth 6.0 membawa tiga peningkatan utama yang mengubah cara kita berinteraksi dengan perangkat nirkabel.

Efisiensi Koneksi yang Lebih Cerdas

Bluetooth 6.0 memperkenalkan metode baru dalam pencarian perangkat dan proses pairing. Ini menciptakan proses pairing yang jauh lebih cepat dan mulus. Peningkatan ini sangat vital bagi pengguna fitur Bluetooth multipoint.

Fitur multipoint memungkinkan satu perangkat Bluetooth menyimpan banyak koneksi dan beralih di antaranya. Sayangnya, fitur ini sering tidak stabil dan glitchy saat beralih dari HP ke laptop. Bluetooth 6 mengatasi masalah ini melalui fitur Decision-Based Advertising Filtering dan Monitoring Advertisers.

Sistem baru ini meningkatkan interoperabilitas dan memungkinkan koneksi ulang instan ke perangkat yang pernah dipasangkan sebelumnya. Headphone Anda kini menyiarkan sinyal daya rendah yang lebih kecil untuk mengumumkan kesiapannya terhubung. Akibatnya, ponsel Anda dapat segera menemukan koneksi tersebut tanpa memboroskan banyak daya baterai.

Latensi Ultra-Rendah untuk Pengalaman Gaming

Masalah latensi audio/video selalu menghantui versi Bluetooth lawas. Keterlambatan antara suara yang didengar dan gambar yang ditonton sangat mengganggu, terutama bagi para gamer. Meskipun versi Bluetooth yang lebih baru telah mengurangi latensi, evolusi mobile gaming dan AR/VR menuntut performa audio yang nyaris tanpa jeda.

Bluetooth 6 menghadirkan peningkatan pada Isochronous Adaptation Layer (ISOAL). ISOAL bertugas mentransmisikan data real-time, seperti audio. Dengan mengoptimalkan teknologi ini, standar nirkabel terbaru ini memungkinkan kecepatan transmisi yang lebih cepat dan transfer data yang lebih besar, disesuaikan dengan kebutuhan audio spesifik.

Oleh karena itu, mobile gamer tidak perlu lagi menyambungkan headphone mereka menggunakan kabel. Bahkan, gamer konsol dan PC kini menemukan fleksibilitas lebih besar, karena headphone nirkabel mereka mampu menangani tuntutan audio game single-player dengan baik.

Pelacakan Perangkat Universal Sentimeter

Fitur paling dinantikan dari Bluetooth 6.0 adalah Bluetooth Channel Sounding. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk mendemokratisasi teknologi pelacakan perangkat.

Fitur Channel Sounding menawarkan presisi pelacakan hingga sentimeter. Ini memungkinkan pengguna menemukan perangkat yang hilang, seperti headphone atau earbuds, dengan akurasi yang setara dengan sistem ‘Find My Device’ eksklusif. Kemampuan ini meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna secara signifikan.

Tantangan Adopsi dan Dampak Jangka Panjang

Meskipun spesifikasi inti Bluetooth 6.0 (bahkan spesifikasi inti 6.2) sudah dirilis, tingkat adopsi perangkat audio masih jauh di belakang. Sejumlah smartphone yang dirilis tahun 2025 sudah kompatibel dengan standar nirkabel ini. Namun, banyak headphone terbaru di pasaran masih terbatas pada Bluetooth 5.3 atau 5.4.

Produsen headphone membutuhkan waktu untuk mengintegrasikan chipset dan spesifikasi inti baru ke dalam produk mereka. Mereka harus memastikan kompatibilitas penuh dengan semua fitur canggih yang ditawarkan Bluetooth 6.0, mulai dari ISOAL hingga Channel Sounding.

Para analis memperkirakan peningkatan signifikan perangkat audio yang mendukung Bluetooth 6.0 akan terlihat pada tahun 2026. Hingga saat itu, konsumen yang ingin menikmati koneksi super efisien dan latensi ultra-rendah wajib memastikan perangkat sumber (HP atau laptop) dan perangkat audio mereka sama-sama mendukung standar nirkabel terbaru ini. Peningkatan ini akan mendefinisikan ulang pengalaman mendengarkan nirkabel bagi jutaan pengguna di masa depan.