Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Baterai LFP dan NMC di Motor Listrik

Baterai LFP dan NMC
Sumber :
  • ilustrasi

Seiring meningkatnya penggunaan motor listrik di Indonesia, perhatian publik tak lagi hanya tertuju pada desain atau kecepatan. Kini, jenis baterai mulai menjadi pertimbangan penting sebelum membeli motor listrik. Dua tipe baterai yang paling sering digunakan saat ini adalah LFP (Lithium Ferro Phosphate) dan NMC (Nickel Manganese Cobalt). Meski sama-sama berbasis lithium, keduanya memiliki karakter, keunggulan, dan tujuan penggunaan yang sangat berbeda.

Perbandingan Xiaomi Redmi Note 15 Pro 4G vs 5G: Spesifikasi, Kamera, dan Performa

Oleh karena itu, memahami perbedaan LFP dan NMC pada motor listrik menjadi langkah krusial agar pengguna tidak salah pilih dan menyesal di kemudian hari.

Komposisi Kimia Menentukan Karakter

44 Ribu VW ID.4 Ditarik: Risiko Kebakaran Baterai Mengintai

Pertama-tama, perbedaan mendasar terletak pada komposisi materialnya. Baterai LFP menggunakan fosfat besi sebagai katoda. Material ini dikenal sangat stabil dan tidak mengandung kobalt. Sementara itu, baterai NMC mengombinasikan nikel, mangan, dan kobalt untuk menghasilkan kepadatan energi yang lebih tinggi.

Dari sisi karakter, LFP cenderung mengutamakan keamanan dan keawetan. Sebaliknya, NMC dirancang untuk performa dan efisiensi daya. Dengan kata lain, LFP bermain aman, sedangkan NMC bermain cepat.

Perbandingan HyperOS vs One UI Samsung: Mana OS Android yang Lebih Nyaman Digunakan?

Faktor Keamanan yang Sering Diabaikan

Selanjutnya, aspek keamanan menjadi pembeda besar antara kedua jenis baterai ini. Baterai LFP terkenal sangat tahan panas dan memiliki risiko terbakar yang jauh lebih kecil. Karakter ini membuatnya cocok digunakan di negara beriklim tropis seperti Indonesia, terutama untuk motor listrik yang dipakai setiap hari atau sering diparkir dalam waktu lama.

Di sisi lain, baterai NMC lebih sensitif terhadap suhu tinggi. Oleh sebab itu, motor listrik dengan baterai NMC membutuhkan sistem manajemen baterai (BMS) dan pendinginan yang lebih ketat. Jika terjadi kesalahan pengisian atau kerusakan fisik, risikonya pun lebih tinggi. Karena itu, bagi pengguna pemula, LFP sering dianggap lebih aman.

Umur Pakai dan Siklus Pengisian

Tak kalah penting, umur pakai baterai juga patut dipertimbangkan. Baterai LFP mampu bertahan hingga sekitar 2.000 sampai 5.000 siklus pengisian. Dengan pemakaian normal, usia pakainya bisa mencapai lima hingga sepuluh tahun dengan penurunan kapasitas yang relatif lambat.

Sebaliknya, baterai NMC umumnya hanya bertahan di kisaran 800 hingga 1.500 siklus pengisian. Kapasitasnya juga cenderung turun lebih cepat seiring waktu. Maka dari itu, meski performanya lebih tinggi, biaya jangka panjang baterai NMC biasanya lebih besar.

Jarak Tempuh dan Bobot Baterai

Namun demikian, keunggulan NMC terlihat jelas pada jarak tempuh. Dengan densitas energi yang lebih tinggi, baterai NMC mampu menempuh jarak lebih jauh dengan ukuran dan bobot yang sama. Selain itu, bobotnya yang lebih ringan membuat motor terasa lebih gesit.

Sebaliknya, baterai LFP memiliki densitas energi lebih rendah sehingga bobotnya cenderung lebih berat. Akibatnya, jarak tempuh per kilogram baterai juga lebih pendek. Karena alasan inilah, motor listrik jarak jauh atau berorientasi performa hampir selalu menggunakan NMC.

Performa dan Akselerasi Motor

Dari sisi pengalaman berkendara, perbedaannya cukup terasa. Motor listrik dengan baterai LFP biasanya memiliki tarikan yang halus dan stabil. Akselerasinya tidak terlalu agresif, sehingga cocok untuk penggunaan santai dan kebutuhan harian.

Sementara itu, baterai NMC mampu menyalurkan arus tinggi dengan lebih mudah. Dampaknya, akselerasi motor terasa lebih responsif dan bertenaga. Tak heran jika motor listrik yang mengejar top speed dan performa tinggi hampir pasti menggunakan baterai NMC.

Pola Tegangan yang Sering Disalahpahami

Menariknya, banyak pengguna mengeluhkan indikator baterai pada motor listrik LFP. Hal ini terjadi karena LFP memiliki pola tegangan yang stabil dalam waktu lama, lalu turun cukup cepat di akhir pemakaian. Akibatnya, indikator baterai terlihat lama penuh dan mendadak habis.

Sebaliknya, baterai NMC memiliki penurunan tegangan yang lebih bertahap. Oleh karena itu, indikator baterainya terasa lebih akurat dan mudah dipahami oleh pengguna awam.

Biaya dan Dampak Lingkungan

Dari segi harga, baterai LFP umumnya lebih murah di awal dan jarang membutuhkan penggantian. Hal ini membuatnya lebih ekonomis untuk penggunaan jangka panjang. Selain itu, LFP tidak mengandung kobalt sehingga lebih ramah lingkungan dan mudah didaur ulang.

Sebaliknya, baterai NMC mengandung kobalt yang sering dikaitkan dengan isu lingkungan dan etika penambangan. Proses daur ulangnya pun lebih kompleks dan mahal.

Jadi, Mana yang Lebih Cocok?

Jika motor listrik digunakan untuk kebutuhan harian, mengutamakan keamanan, dan ingin minim perawatan, maka LFP adalah pilihan yang masuk akal. Namun, jika tujuan utama adalah jarak tempuh jauh, akselerasi cepat, dan performa tinggi, NMC jelas lebih unggul.

Pada akhirnya, perbedaan LFP dan NMC di motor listrik bukan soal mana yang lebih baik secara mutlak, melainkan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pengguna. LFP unggul dalam hal keamanan, keawetan, dan efisiensi jangka panjang. Sementara itu, NMC menjadi pilihan utama bagi mereka yang mengejar performa dan jarak tempuh maksimal.