Tips SeaBank Indonesia: Cara Mudah Atur Finansial Anak Muda

Tips SeaBank Indonesia: Cara Mudah Atur Finansial Anak Muda
Sumber :
  • Gizmologi

Waspada! Klopatra Malware Curi Saldo M-Banking Saat Anda Tidur
  • Indeks literasi keuangan nasional 2025 telah mencapai angka 66,46 persen.
  • Tantangan utama Gen Z dan Milenial adalah kedisiplinan dalam menabung secara konsisten.
  • SeaBank Indonesia menawarkan bunga tabungan kompetitif hingga 6% p.a yang cair setiap hari.

Jangan Panik! Begini Cara Mengamankan Akun dari Perangkat yang Kena Hack

SeaBank Indonesia merilis laporan terbaru mengenai tren gaya hidup digital yang memengaruhi cara atur finansial anak muda di Jakarta. Direktur Keuangan SeaBank Indonesia, Lindawati Octaviani, menjelaskan bahwa pengelolaan arus kas yang sadar kini menjadi kunci produktivitas generasi muda. Di tengah maraknya belanja daring dan layanan hiburan streaming, platform ini hadir sebagai solusi perbankan praktis. Perusahaan berkomitmen memfasilitasi kebutuhan transaksi harian sekaligus mengamankan stabilitas keuangan jangka panjang nasabah.

Memahami Dinamika Gaya Hidup dan Atur Finansial Anak Muda

Hati-Hati! 5 Kebiasaan Hemat Ini Justru Bikin Keuangan Anda Rusak Parah!

Ekosistem digital kini merambah ke seluruh sendi kehidupan Gen Z dan Milenial secara mendalam. Mulai dari rutinitas kopi sore hingga belanja kebutuhan harian, semua berlangsung lewat layar ponsel. SeaBank melihat fenomena ini bukan sebagai hambatan, melainkan dinamika baru dalam bertransaksi secara cepat.

Namun, kemudahan tersebut membawa tantangan besar bagi kesehatan dompet anak muda masa kini. Lindawati Octaviani menegaskan bahwa tantangan utama bukan sekadar menahan konsumsi berlebihan setiap harinya. Ia mengajak anak muda untuk lebih sadar dalam mengatur uang yang masuk dan keluar secara terencana.

Melalui pengelolaan yang tepat, gaya hidup modern tetap bisa berjalan tanpa harus mengorbankan tabungan masa depan. SeaBank mendorong pengguna untuk mulai menyeimbangkan pengeluaran harian dengan instrumen keuangan yang memberikan imbal hasil nyata.

Literasi Keuangan Meningkat Namun Kedisiplinan Masih Lemah

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, pemahaman masyarakat menunjukkan tren yang positif. Indeks literasi keuangan nasional yang menyentuh 66,46 persen membuktikan bahwa masyarakat sudah mengenal produk perbankan.

Sayangnya, pemahaman tersebut belum berbanding lurus dengan praktik menabung yang disiplin dan konsisten. Banyak anak muda memahami cara berinvestasi, namun seringkali gagal menjaga likuiditas dana darurat mereka. Hal inilah yang menjadi celah utama dalam stabilitas finansial pribadi mereka saat ini.

Halaman Selanjutnya
img_title