Bocoran Samsung Galaxy S26 Ultra: 3 Kekurangan yang Mengancam

Bocoran Samsung Galaxy S26 Ultra: 3 Kekurangan yang Mengancam
Sumber :
  • Kerry Wan/ZDNET

5 Smartphone 1-2 Jutaan Terbaik Awal 2026, Cek Speknya!
  • Kamera telephoto 3x diduga masih menggunakan sensor 10MP yang sudah usang.
  • Desain bodi yang tajam berisiko membuat telapak tangan pengguna tidak nyaman.
  • Harga perangkat diprediksi tetap tinggi atau bahkan naik melampaui 1.300 dolar AS.

iQOO 15R Resmi Rilis: Pakai Snapdragon 8 Gen 5 & Baterai 7600mAh

Samsung segera menyiapkan peluncuran Samsung Galaxy S26 Ultra sebagai suksesor flagship mereka. Namun, kabar terbaru justru memicu kekhawatiran serius bagi para pengguna setia Galaxy di seluruh dunia. Meskipun menjanjikan performa kencang, bocoran terkini menunjukkan bahwa Samsung Galaxy S26 Ultra mungkin masih membawa kelemahan yang sama dari generasi sebelumnya.

Kamera Telephoto Samsung Galaxy S26 Ultra Belum Berubah?

Samsung Integrasi Perplexity ke Galaxy AI, Ini Cara Kerjanya!

Banyak pihak berharap Samsung melakukan perombakan besar pada sektor fotografi tahun depan. Menurut laporan ETNews, Samsung Galaxy S26 Ultra akan tetap mengusung kamera utama 200MP dan lensa ultrawide 50MP. Namun, titik lemah muncul pada kamera telephoto 3x yang kabarnya masih memakai sensor 10MP yang sudah berumur.

Samsung telah mengandalkan sensor lama ini selama beberapa tahun terakhir tanpa peningkatan signifikan. Padahal, kompetitor seperti Apple dan berbagai produsen asal China sudah menawarkan teknologi zoom yang lebih canggih. Jika Samsung tidak segera memperbarui sensor ini, hasil foto potret dan makro mereka berisiko tertinggal jauh dari lawan-lawannya.

Tantangan dari Apple dan Google

Apple kini terus mendorong batas videografi dengan lensa telephoto 4x yang mumpuni. Di sisi lain, Google Pixel juga menawarkan pemrosesan gambar yang sangat tajam untuk pengambilan gambar jarak jauh. Jika Samsung Galaxy S26 Ultra tetap bertahan dengan teknologi lama, pengguna mungkin lebih baik memotret dalam mode 200MP lalu melakukan cropping manual.

Masalah Ergonomi dan Desain yang Terlalu Kaku

Selain masalah kamera, aspek kenyamanan genggaman menjadi sorotan utama bagi calon pembeli. Meskipun Samsung berhasil memangkas bobot perangkat, desain sudut yang tajam pada Galaxy S25 Ultra terbukti menyulitkan pengguna. Sayangnya, bocoran video dari leaker Evan Blass menunjukkan Samsung Galaxy S26 Ultra masih mempertahankan estetika boxy yang kaku tersebut.

Sisi ponsel yang datar tanpa lengkungan halus sering kali menusuk telapak tangan saat digunakan dalam waktu lama. Tanpa adanya perubahan pada bagian tepi bodi, pengguna terpaksa harus menggunakan casing tambahan untuk sekadar mendapatkan kenyamanan. Hal ini tentu sangat disayangkan untuk ponsel premium dengan harga selangit.

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Makin Melangit?

Rumor mengenai banderol harga Samsung Galaxy S26 Ultra kini mulai membelah opini publik. Samsung menghadapi tekanan besar akibat kenaikan harga komponen global yang terus membengkak. Saat ini, seri Ultra sudah dibanderol mulai dari 1.300 dolar AS, yang bahkan lebih mahal daripada model flagship dasar milik Apple maupun Google.

Meskipun Samsung sering memberikan penawaran double storage saat peluncuran, harga dasar yang tinggi tetap menjadi penghalang bagi banyak konsumen. Samsung harus memberikan nilai lebih jika ingin mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah persaingan pasar yang sangat ketat.

Inovasi Baru: Fitur Privacy Display

Namun, tidak semua kabar bersifat negatif bagi calon pembeli. Samsung kabarnya akan memperkenalkan fitur "Privacy Display" pada Samsung Galaxy S26 Ultra. Teknologi ini memanfaatkan kontrol cahaya tingkat piksel pada panel OLED untuk menjaga privasi pengguna di ruang publik.

Cahaya layar hanya akan terlihat jelas jika dipandang secara tegak lurus oleh pemiliknya. Fitur ini sangat berguna bagi pebisnis atau pengguna yang sering mengakses data sensitif di tempat umum. Inovasi ini diharapkan menjadi salah satu nilai jual unik yang mampu menutupi beberapa kekurangan teknis lainnya.

Analisis Tantangan Flagship Masa Depan

Samsung Galaxy S26 Ultra memikul beban berat untuk membuktikan diri sebagai ponsel Android terbaik di pasar. Perusahaan asal Korea Selatan ini perlu menyeimbangkan antara efisiensi produksi dan inovasi perangkat keras yang nyata. Jika mereka hanya fokus pada pembaruan perangkat lunak tanpa memperbaiki aspek fisik dan sensor kamera, dominasi Samsung bisa saja goyah.

Kini publik menunggu langkah nyata Samsung dalam merespons berbagai kritik terkait ergonomi dan kualitas zoom. Kehadiran Samsung Galaxy S26 Ultra akan menjadi penentu apakah Samsung masih menjadi pemimpin inovasi atau sekadar pengikut tren di industri smartphone global.