Seedance 2.0 Ditunda Global, ByteDance Hadapi Tekanan dari Studio Hollywood
- bytedance
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada langkah perusahaan teknologi asal Tiongkok, ByteDance, yang dilaporkan menunda peluncuran global generator video AI terbaru mereka, Seedance 2.0. Keputusan tersebut muncul hanya beberapa minggu setelah alat ini pertama kali dirilis di pasar domestik dan langsung memicu kontroversi besar terkait hak cipta.
Kabar mengenai penundaan ini pertama kali dilaporkan oleh The Information, yang mengutip dua sumber anonim yang mengetahui perkembangan internal perusahaan. Menurut laporan tersebut, ByteDance memilih untuk menghentikan sementara rencana ekspansi global Seedance 2.0 sembari mengevaluasi berbagai risiko hukum dan teknis yang muncul sejak peluncuran awalnya.
Keputusan ini tentu menjadi perhatian banyak pihak, terutama industri hiburan global yang belakangan semakin sensitif terhadap penggunaan kecerdasan buatan dalam produksi konten digital.
Awal Kontroversi Seedance 2.0
Seedance 2.0 pertama kali diperkenalkan di Tiongkok sekitar satu bulan lalu. Teknologi ini dirancang sebagai generator video berbasis AI yang mampu menciptakan klip visual realistis dari teks atau prompt sederhana. Dengan kata lain, pengguna hanya perlu memasukkan deskripsi singkat, kemudian sistem akan menghasilkan video lengkap dengan karakter, latar, dan aksi yang terlihat sangat nyata.
Namun, tidak lama setelah peluncurannya, teknologi tersebut langsung memicu kekhawatiran besar di kalangan studio film Hollywood. Beberapa video buatan pengguna yang beredar di internet menunjukkan adegan yang menampilkan figur publik terkenal dalam situasi fiksi.
Salah satu video yang viral memperlihatkan aktor Brad Pitt bertarung dengan Tom Cruise dalam sebuah adegan aksi yang tampak sangat realistis. Walau jelas merupakan hasil rekayasa AI, video tersebut memicu perdebatan mengenai penggunaan wajah, gaya, dan identitas selebritas tanpa izin.
Masalah semakin serius ketika beberapa studio besar Hollywood mengirimkan surat peringatan kepada ByteDance. Dua di antaranya adalah The Walt Disney Company dan Paramount Skydance. Mereka menyoroti kemungkinan bahwa materi berhak cipta telah digunakan dalam proses pelatihan model AI Seedance 2.0.
Kekhawatiran Industri Hiburan
Bagi industri film dan televisi, kemunculan generator video AI seperti Seedance 2.0 bukan sekadar inovasi teknologi. Teknologi ini berpotensi mengubah cara produksi konten secara drastis. Di satu sisi, AI dapat mempercepat proses kreatif dan membuka peluang baru bagi kreator independen. Namun di sisi lain, risiko pelanggaran hak cipta juga semakin besar.