Menjajal Acer Predator 21X di 2026: Laptop 150 Juta Masih Gahar?
- TechRadar
- Acer Predator 21X memiliki bobot fantastis mencapai 8,5kg, jauh melampaui laptop gaming modern saat ini.
- Mengusung teknologi layar lengkung ultrawide dan keyboard mekanik Cherry MX Brown yang sangat ikonik.
- Menguji ketahanan dual GPU GTX 1080 SLI dalam menjalankan beban kerja dan game di tahun 2026.
Sepuluh tahun lalu, Acer mengguncang dunia teknologi dengan merilis Acer Predator 21X, sebuah laptop gaming paling ekstrem yang pernah diciptakan. Di tahun 2026 ini, kami berkesempatan menguji kembali "monster" seberat 8,5kg ini untuk melihat sejauh mana ketahanannya. Dengan harga peluncuran mencapai Rp150 juta, perangkat ini bukan sekadar alat kerja, melainkan sebuah simbol kemewahan teknologi yang tak tertandingi pada masanya.
Desain Brutal Acer Predator 21X yang Tak Tergerus Zaman
Ukuran Acer Predator 21X benar-benar mendefinisikan ulang kata "portabel" dalam kamus laptop. Perangkat ini datang dengan koper khusus yang sangat besar untuk melindungi bodinya yang masif. Saat ultrabook modern tahun 2026 mengejar ketipisan di bawah 10mm, raksasa dari Acer ini justru tampil percaya diri dengan ketebalan lebih dari tiga inci.
Bobotnya mencapai 8,5kg, bahkan bisa menyentuh angka 10kg jika Anda membawa dua power brick raksasanya. Sebagai perbandingan, laptop gaming kelas atas masa kini seperti MSI Titan 18 HX hanya berbobot sekitar 3,6kg. Acer benar-benar membebaskan imajinasi desainernya untuk menciptakan estetika RGB agresif khas tahun 2016 yang sangat mencolok.
Inovasi Layar Lengkung dan Keyboard Mekanik
Daya tarik utama Acer Predator 21X terletak pada layar lengkung ultrawide pertama di dunia untuk kategori laptop. Pengalaman visual yang diberikan tetap terasa imersif bahkan jika dibandingkan dengan standar layar modern saat ini. Bagian bawah layar menyisakan ruang luas yang menampung keyboard mekanik asli dengan switch Cherry MX Brown.
Keyboard ini memberikan sensasi mengetik yang sangat taktil dan presisi. Acer juga menyematkan fitur unik berupa trackpad yang bisa dibalik menjadi numpad. Desain ambisius ini membuktikan bahwa Acer tidak setengah-setengah dalam memberikan fitur terbaik bagi para penggunanya kala itu.