Anthropic Hapus Akses Unlimited Claude untuk Agen AI
- Bloomberg/Contributor/Getty Images
- Anthropic menghentikan akses "all-you-can-eat" seharga $20 per bulan untuk alat agen pihak ketiga.
- Pengguna agen otonom seperti OpenClaw kini wajib membayar melalui API atau sistem pay-as-you-go.
- Langkah ini diambil karena penggunaan agen AI memberikan tekanan beban kerja yang sangat besar pada sistem Anthropic.
Anthropic baru saja meresmikan batasan penggunaan Claude bagi pelanggan bulanan yang menggunakan alat agen AI pihak ketiga. Kebijakan ini secara otomatis mengakhiri paket langganan murah yang sebelumnya bisa digunakan secara masif oleh agen otonom. Sekarang, pengguna model Opus, Sonnet, dan Haiku harus membayar biaya tambahan melalui API Anthropic untuk menjalankan alur kerja otomatis mereka.
Keputusan ini memicu reaksi keras dari komunitas pengembang dan manajer produk AI di platform global. Aakash Gupta, seorang pakar produk AI, menyatakan bahwa era prasmanan seharga $20 per bulan telah resmi berakhir. Anthropic berdalih bahwa langkah ini sangat perlu untuk menjaga kestabilan layanan bagi pengguna manusia biasa.
Penyebab Batasan Penggunaan Claude Bagi Agen Otonom
Anthropic merancang chatbot Claude untuk berinteraksi dengan manusia, bukan untuk menjalankan jutaan tugas otomatis secara terus-menerus. Alat agen seperti OpenClaw dan Manis membutuhkan daya komputasi yang jauh lebih besar daripada percakapan standar. Oleh karena itu, penggunaan token oleh agen AI ini menghabiskan sumber daya server dengan kecepatan yang sangat ekstrem.
Perusahaan mengakui bahwa beban kerja dari alat-alat ini memberikan tekanan yang tidak proporsional pada infrastruktur mereka. Sebelumnya, Anthropic telah mencoba membatasi penggunaan dengan menerapkan batas sesi lima jam pada periode puncak. Namun, langkah tersebut rupanya belum cukup untuk menekan biaya operasional yang terus membengkak akibat aktivitas agen otonom.
Ketegangan Antara Anthropic dan Komunitas Open Source
Kebijakan baru ini muncul di tengah persaingan sengit antara Anthropic dan OpenAI dalam memperebutkan dominasi pasar AI. Peter Steinberger, pencipta OpenClaw yang kini bergabung dengan OpenAI, melontarkan kritik pedas terhadap langkah Anthropic ini. Ia menilai Anthropic sengaja menyalin fitur-fitur populer dari proyek open-source sebelum akhirnya memutus akses mereka.