Rokid AI Glasses: Bisa Pakai ChatGPT & Gemini, Ungguli Meta?
- Scott Stein/CNET
- Rokid AI Glasses memungkinkan pengguna berpindah platform antara ChatGPT dan Gemini secara instan.
- Perangkat ini memiliki harga lebih terjangkau yakni sekitar $279 saat promo, bersaing ketat dengan Meta Ray-Ban.
- Meskipun canggih, kacamata ini belum mendukung sinkronisasi akun pribadi OpenAI atau Google demi alasan privasi.
Pasar kacamata pintar kini semakin memanas dengan kehadiran Rokid AI Glasses yang menawarkan fleksibilitas luar biasa. Berbeda dengan Meta Ray-Ban yang terkunci pada ekosistem Meta AI, perangkat besutan produsen asal China ini memberikan kebebasan memilih otak kecerdasan buatan. Pengguna dapat dengan mudah mengganti layanan antara ChatGPT milik OpenAI dan Gemini buatan Google melalui aplikasi ponsel.
Keunggulan utama kacamata pintar AI ini terletak pada kemampuannya mengintegrasikan berbagai platform AI global dalam satu perangkat wearable. Di wilayah Amerika Serikat, pengguna bisa memilih ChatGPT atau Gemini, sementara di wilayah lain tersedia dukungan untuk DeepSeek dan Qwen. Terobosan ini menjawab keluhan pengguna yang menginginkan asisten digital lebih serbaguna dalam aktivitas sehari-hari.
Perbandingan Rokid AI Glasses dengan Meta Ray-Ban
Dari sisi desain, Rokid AI Glasses memiliki bentuk yang sangat mirip dengan gaya ikonik Meta Ray-Ban. Perangkat ini mengusung bingkai ringan tanpa layar, namun tetap fungsional dengan kamera 12 megapiksel, speaker, dan mikrofon internal. Meskipun fiturnya hampir serupa, fleksibilitas software menjadi pembeda yang sangat signifikan bagi konsumen teknis.
Harga perangkat ini juga tergolong sangat kompetitif di kelasnya. Saat ini, Rokid membanderol produknya seharga $379, namun sering kali tersedia diskon hingga mencapai $279. Harga tersebut jauh lebih murah daripada kompetitor utamanya, sehingga menjadi opsi menarik bagi mereka yang ingin mencicipi teknologi AI wearable tanpa merogoh kocek terlalu dalam.
Duel ChatGPT vs Gemini dalam Uji Visual
Ketika menguji kemampuan analisis foto, kedua model AI ini menunjukkan karakter yang berbeda. ChatGPT cenderung memberikan jawaban yang lebih diagnostik dan mendetail saat menganalisis ruangan yang berantakan. AI ini mampu mengidentifikasi objek-objek kecil seperti kabel, buku, hingga konsol game genggam dengan sangat presisi melalui jepretan kamera kacamata.
Di sisi lain, Gemini menyajikan deskripsi yang lebih holistik dan terkesan hangat. Ia mampu menangkap suasana ruangan secara menyeluruh, namun tetap akurat dalam mendeteksi benda-benda utama di sekitarnya. Sayangnya, kedua model ini bekerja sebagai entitas anonim karena pengguna belum bisa masuk ke akun pribadi mereka untuk mengakses data historis yang sudah ada.
Tantangan Privasi dan Dampak ke Depan
Keterbatasan utama yang masih mengganjal adalah ketiadaan sinkronisasi data pribadi. Anda tidak bisa mengakses riwayat chat atau preferensi yang tersimpan di akun OpenAI maupun Google melalui kacamata ini. Rokid tampaknya masih sangat berhati-hati dalam menangani isu keamanan data dan akses API pihak ketiga yang bersifat personal.
Langkah Rokid ini sebenarnya menunjukkan arah masa depan wearable AI yang lebih terbuka. Industri teknologi memprediksi bahwa kacamata pintar akan semakin fungsional seiring munculnya inovasi seperti Project Astra dari Google. Ke depannya, integrasi yang lebih dalam dengan akun pribadi akan menjadi kunci utama agar kacamata pintar benar-benar menjadi asisten yang mengenali pemiliknya.