Krisis Harga RAM Makin Parah: Konsumen Mulai Mogok Belanja
- TechRadar
Langkah perusahaan yang mulai mencari solusi jangka panjang ini memberikan sinyal buruk bagi pasar. Hal ini menunjukkan bahwa krisis memori kemungkinan besar akan bertahan dalam waktu yang sangat lama. Sejumlah analis bahkan memprediksi gejolak harga ini akan terus menghantui industri hingga akhir dekade ini.
Realita Boikot Konsumen dan Proyeksi Masa Depan
Di tengah berita buruk tersebut, muncul satu fenomena menarik yang memberikan sedikit angin segar. Harga memori DDR5 terpantau mengalami penurunan sekitar 10% hingga 20% di pasar ritel. Namun, angka ini sebenarnya tidak sebanding dengan kenaikan total yang sebelumnya mencapai lebih dari 300%.
Penurunan harga tersebut bukan terjadi karena perbaikan pasokan, melainkan karena konsumen mulai berhenti membeli. Masyarakat tampaknya mulai jenuh dan melakukan "boikot" secara tidak langsung terhadap harga yang tidak masuk akal. Jika tren penolakan ini terus berlanjut, vendor mungkin terpaksa menyesuaikan kembali strategi harga RAM mereka agar pasar tetap bergerak.