Amazon Leo vs Starlink: Strategi Andy Jassy Kuasai Langit
- PATRICK T. FALLON/Getty Images
Sebaliknya, Amazon Leo baru berencana menempatkan sekitar 250 satelit setelah seluruh tahapan peluncuran selesai dilakukan. Angka ini menunjukkan perbedaan skala yang sangat mencolok dalam persaingan memperebutkan cakupan konektivitas broadband global.
Situasi semakin rumit setelah Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, mengalami kegagalan pada misi New Glenn 3 pekan lalu. Kegagalan parsial tersebut menyebabkan FAA menghentikan sementara operasional kendaraan New Glenn hingga investigasi selesai.
Dampak Terhadap Konektivitas Global Masa Depan
Amazon tetap fokus pada misi utama untuk menghubungkan miliaran orang yang belum memiliki akses internet broadband. Jassy menyebutkan bahwa ribuan aset bisnis dan pemerintah saat ini masih terisolasi karena buruknya infrastruktur konektivitas.
Layanan satelit ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi daerah terpencil maupun wilayah yang terkena dampak bencana alam. Amazon Leo bertujuan memberikan visibilitas dan akses data yang sebelumnya mustahil dijangkau oleh penyedia internet konvensional.
Keberhasilan Amazon dalam mengatasi kendala peluncuran akan menentukan seberapa cepat peta persaingan internet satelit berubah. Jika rencana berjalan mulus, dominasi tunggal Starlink di industri ini dipastikan akan segera berakhir dalam beberapa tahun ke depan.