Bisa Lacak Detak Jantung Manusia Meskipun Sembunyi di Gurun Tandus, Ini Teknologi yang Dipakai AS di Perang Iran
- Youtube/AiTelly
Gadget – Amerika Serikat disebut menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk membantu pencarian pilot yang hilang di Iran. Sistem bernama Ghost Murmur itu dikembangkan oleh perusahaan dirgantara Skunk Works dan disebut memanfaatkan magnetometri kuantum jarak jauh untuk mencari tanda detak jantung manusia.
Teknologi ini menjadi sorotan karena digunakan dalam operasi pencarian di area gurun yang luas dan relatif tandus. Pilot yang dicari akhirnya dilaporkan ditemukan dalam kondisi selamat setelah bersembunyi di sebuah celah gunung.
Ghost Murmur Disebut Membaca Sinyal Detak Jantung
Ghost Murmur disebut bekerja dengan memanfaatkan magnetometri kuantum jarak jauh. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi sinyal yang berkaitan dengan detak jantung manusia dari area pencarian yang luas.
Data yang dikumpulkan kemudian dipasangkan dengan perangkat lunak AI. Peran AI dalam sistem ini adalah membantu memisahkan sinyal yang dicari dari berbagai kebisingan latar belakang yang muncul di lokasi operasi.
“Seperti mendengar suara di stadion, hanya saja stadion itu adalah gurun pasir seluas seribu mil persegi. Dalam kondisi yang tepat, jika jantung Anda berdetak, kami akan temukan,” kata seorang sumber sebagaimana dikutip dari New York Post, Jumat (17/4/2026).
Penjelasan tersebut menggambarkan tantangan utama pencarian di wilayah terbuka. Sistem harus mampu menemukan sinyal manusia di tengah area yang sangat besar, sementara objek pencarian berada dalam kondisi tersembunyi dan sulit dijangkau.
AI Dipakai untuk Mengisolasi Sinyal
Kecerdasan buatan menjadi bagian penting dalam cara kerja Ghost Murmur. Sistem ini tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga memprosesnya agar sinyal yang relevan bisa dipisahkan dari gangguan sekitar.
Dalam operasi pencarian, gangguan latar belakang dapat membuat pendeteksian menjadi lebih rumit. Karena itu, kemampuan AI untuk mengisolasi sinyal menjadi faktor penting agar pencarian tidak hanya bergantung pada pemindaian manual.
Teknologi ini disebut dirancang untuk mengenali sinyal biologis manusia, terutama detak jantung. Dengan pendekatan tersebut, pencarian bisa diarahkan ke lokasi yang memiliki kemungkinan keberadaan manusia, meski target tidak terlihat secara langsung.